Kamis, 04 Juni 2009
KISWAH KA'BAH
KISWAH KA'BAH
Oleh : Zulharbi Salim
Kita mengetahui bahwa Kab'bah adalah Kiblat umat Islam di seluruh dunia, berada di Pusat Kota Suci Makkah Al-Mukarramah mempunyai sejarah yang panjang, sejak didirikan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan Putranya Nabi Ismail AS.
Kesanalah umat Islam datang berkunjung melaksanakan Ibadah Haji, sebagai Rukun Islam ke-5 pada bulan Zulhijjah setiap tahun.
Berikut ini adalah selayang pandang tentang Kiswah (Kelambu) Ka'bah yang perlu anda ketahui.
Sumber sejarah menyebutkan bahwa orang pertama yang membuat dan memberikan Kelambu Ka'bah adalah Nabi Ismail bin Ibrahim AS. Kemudian diteruskan oleh Adnan bin Adam, kakek tertinggi Nabi Muhammad SAW.
Pada zaman sahabat diteruskan oleh para Khalifah. Ketika Raja Himyar berkuasa, dilanjutkan oleh Tubba' Al-Himyari dan digantikan oleh Al-Ma'ala dan Al-Washil.
Selain itu sejarah juga mencatat kaum wanita pertama membuat kelambu Ka'bah adalah Nabilah binti Hubab istri Abdul Muthalib dan Ibu Al-Abbas.
Pada tahun ke-X Hijrah, bertepatan dengan Hujatul Wada' (Haji Perpisahan) Rasulullah memasang Kiswah (Kelambu) Ka'bah sampai beliau wafat pada tahun ke-XI Hijrah.
Pada masa Khalifah Abu Bakar Al-Siddiq, Ka'bah dihias dengan kelambu Al-Qabathi (tenun). Masa Khalifah Umar bin Khatab dan masa Khalifah Usman bin Affan kelambu Ka'bah dibiayai dari Baitul Maal.
Khalifah Umar orang pertama yang menetapkan supaya Ka'bah diberi dua kelambu, satu terbuat dari sutera dipakai pada hari Tarwiyah (8 Zulhijjah) dan yang satu lagi dibuat dari Al-Qabathi (tenun) dan dipasang pada tanggal 27 Ramadhan.
Setelah berakhirnya masa pemerintahan para Khalifah, tiba masa Muawiyyah bin Abi Sofyan, dimana beliau memberi kelambu Ka'bah yang dibuat dari sutera 2 kali setahun. Hal yang sama diteruskan oleh Yazid bin Muawiyyah, Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Marwan.
Setelah itu Khalifah Al-Ma'mun memasang kelambu 3 kali setahun, dilanjutkan oleh Al-Nashir dari dinasti Abbasiyah yang memerintah pada masa Salahuddin Al-Ayubi, memberi kelambu Ka'bah dengan warna hijau dan hitam. Sejak saat itulah kedua warna ini terus dipakai.
Pada saat berakhirnya pemerintahan dinasti Abbasiyah datanglah Raja Zahir Baibar yang meneruskan tradisi memberi kelambu Ka'bah, kemudian pada tahun 659 H, Raja Yaman bernama Al-Mudhaffar melakukan penggantian kelambu Ka'bah secara bergiliran dengan Raja-raja Mesir.
Tidak hanya itu, pada tahun 710 H didepan pintu Ka'bah dipasang tabir berukir yang diberi nama Al-Burqu'.
Sejarah terus berjalan, pada tahun 751 H Raja Mesir, Ismail bin Muhammad bin Qawlun telah mewakafkan sebagian hartanya khusus untuk Kiswah Ka'bah dalam jangka yang cukup lama.
Sebelum Arab Saudi diperintah Raja Abdul Aziz Al-Saud, Kelambu Ka'bah ditenun di Mesir, bahkan beberapa tahun kemudian, Mesir masih mengirimkan setiap tahun secara kontinu. Setelah Kerajaan Arab Saudi mulai menemukan minyak dan ekonominya semakin melaju, Raja Faisal bin Abdul Aziz membangun pabrik Kiswah Ka'bah di Ummul Qura, Makkah.
Produksi pertama langsung dipasangkan sendiri oleh Raja Faisal, disaksikan oleh wakil-wakil pemrintah negara sahabat.
Perhatian pemerintah Arab Saudi terhadap Kiswah Ka'bah terus ditingkatkan, dengan mendatangkan tenaga ahli dari Mesir dan berbagai negara Islam lainnya dengan mempergunakan teknologi baru disamping tetap memakai sistem sulam yang harus dikerjakan dengan tangan.
Mengenai pabrik Kiswah Ka'bah dibangun diatas tanah seluas 100 meter pesegi yang terdiri beberapa bagian antara lain bagian sulam, suatu pekerjaan tangan yang memerlukan keahlian khusus. Benang katun tebal dengan ukuran berbeda-beda dipintal dan dilapisi benang emas. Bagian dalam dari Kiswah dibuat dari benang katun yang didatangkan dari Mesir.
Pada bagian dalam Kiswah itu disisipkan benang pemisah yang berfungsi sebagai pelipat. Kaligrafi disulam dengan benang emas yang bermutu tinggi, dan kaligrafi yang terdapat disetiap sudut
Kiswah dilapisi dengan perak murni.
Sebuah kelambu Ka'bah menghabiskan 670 kg sutera murni yang terdiri dari 47 gulung dan setiap gulung panjangnya 14 meter dan lebarnya 95 cm. Luas kelambu keseluruhan 2650 meter persegi.
Biaya kelambu Ka'bah sekitar 17 juta Rial atau sebesar 4.534.000 US Dollar, termasuk bahan baku, biaya operasionil dan gaji pegawai.(Abu Razi).***
Riyadh, 20 Juni 1990
Referensi :
1. Harian Al-Bilad, tanggal 17 Juni 1990, Jeddah.
2. Kantor Berita IINA, Jeddah.
Oleh : Zulharbi Salim
Kita mengetahui bahwa Kab'bah adalah Kiblat umat Islam di seluruh dunia, berada di Pusat Kota Suci Makkah Al-Mukarramah mempunyai sejarah yang panjang, sejak didirikan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan Putranya Nabi Ismail AS.
Kesanalah umat Islam datang berkunjung melaksanakan Ibadah Haji, sebagai Rukun Islam ke-5 pada bulan Zulhijjah setiap tahun.
Berikut ini adalah selayang pandang tentang Kiswah (Kelambu) Ka'bah yang perlu anda ketahui.
Sumber sejarah menyebutkan bahwa orang pertama yang membuat dan memberikan Kelambu Ka'bah adalah Nabi Ismail bin Ibrahim AS. Kemudian diteruskan oleh Adnan bin Adam, kakek tertinggi Nabi Muhammad SAW.
Pada zaman sahabat diteruskan oleh para Khalifah. Ketika Raja Himyar berkuasa, dilanjutkan oleh Tubba' Al-Himyari dan digantikan oleh Al-Ma'ala dan Al-Washil.
Selain itu sejarah juga mencatat kaum wanita pertama membuat kelambu Ka'bah adalah Nabilah binti Hubab istri Abdul Muthalib dan Ibu Al-Abbas.
Pada tahun ke-X Hijrah, bertepatan dengan Hujatul Wada' (Haji Perpisahan) Rasulullah memasang Kiswah (Kelambu) Ka'bah sampai beliau wafat pada tahun ke-XI Hijrah.
Pada masa Khalifah Abu Bakar Al-Siddiq, Ka'bah dihias dengan kelambu Al-Qabathi (tenun). Masa Khalifah Umar bin Khatab dan masa Khalifah Usman bin Affan kelambu Ka'bah dibiayai dari Baitul Maal.
Khalifah Umar orang pertama yang menetapkan supaya Ka'bah diberi dua kelambu, satu terbuat dari sutera dipakai pada hari Tarwiyah (8 Zulhijjah) dan yang satu lagi dibuat dari Al-Qabathi (tenun) dan dipasang pada tanggal 27 Ramadhan.
Setelah berakhirnya masa pemerintahan para Khalifah, tiba masa Muawiyyah bin Abi Sofyan, dimana beliau memberi kelambu Ka'bah yang dibuat dari sutera 2 kali setahun. Hal yang sama diteruskan oleh Yazid bin Muawiyyah, Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Marwan.
Setelah itu Khalifah Al-Ma'mun memasang kelambu 3 kali setahun, dilanjutkan oleh Al-Nashir dari dinasti Abbasiyah yang memerintah pada masa Salahuddin Al-Ayubi, memberi kelambu Ka'bah dengan warna hijau dan hitam. Sejak saat itulah kedua warna ini terus dipakai.
Pada saat berakhirnya pemerintahan dinasti Abbasiyah datanglah Raja Zahir Baibar yang meneruskan tradisi memberi kelambu Ka'bah, kemudian pada tahun 659 H, Raja Yaman bernama Al-Mudhaffar melakukan penggantian kelambu Ka'bah secara bergiliran dengan Raja-raja Mesir.
Tidak hanya itu, pada tahun 710 H didepan pintu Ka'bah dipasang tabir berukir yang diberi nama Al-Burqu'.
Sejarah terus berjalan, pada tahun 751 H Raja Mesir, Ismail bin Muhammad bin Qawlun telah mewakafkan sebagian hartanya khusus untuk Kiswah Ka'bah dalam jangka yang cukup lama.
Sebelum Arab Saudi diperintah Raja Abdul Aziz Al-Saud, Kelambu Ka'bah ditenun di Mesir, bahkan beberapa tahun kemudian, Mesir masih mengirimkan setiap tahun secara kontinu. Setelah Kerajaan Arab Saudi mulai menemukan minyak dan ekonominya semakin melaju, Raja Faisal bin Abdul Aziz membangun pabrik Kiswah Ka'bah di Ummul Qura, Makkah.
Produksi pertama langsung dipasangkan sendiri oleh Raja Faisal, disaksikan oleh wakil-wakil pemrintah negara sahabat.
Perhatian pemerintah Arab Saudi terhadap Kiswah Ka'bah terus ditingkatkan, dengan mendatangkan tenaga ahli dari Mesir dan berbagai negara Islam lainnya dengan mempergunakan teknologi baru disamping tetap memakai sistem sulam yang harus dikerjakan dengan tangan.
Mengenai pabrik Kiswah Ka'bah dibangun diatas tanah seluas 100 meter pesegi yang terdiri beberapa bagian antara lain bagian sulam, suatu pekerjaan tangan yang memerlukan keahlian khusus. Benang katun tebal dengan ukuran berbeda-beda dipintal dan dilapisi benang emas. Bagian dalam dari Kiswah dibuat dari benang katun yang didatangkan dari Mesir.
Pada bagian dalam Kiswah itu disisipkan benang pemisah yang berfungsi sebagai pelipat. Kaligrafi disulam dengan benang emas yang bermutu tinggi, dan kaligrafi yang terdapat disetiap sudut
Kiswah dilapisi dengan perak murni.
Sebuah kelambu Ka'bah menghabiskan 670 kg sutera murni yang terdiri dari 47 gulung dan setiap gulung panjangnya 14 meter dan lebarnya 95 cm. Luas kelambu keseluruhan 2650 meter persegi.
Biaya kelambu Ka'bah sekitar 17 juta Rial atau sebesar 4.534.000 US Dollar, termasuk bahan baku, biaya operasionil dan gaji pegawai.(Abu Razi).***
Riyadh, 20 Juni 1990
Referensi :
1. Harian Al-Bilad, tanggal 17 Juni 1990, Jeddah.
2. Kantor Berita IINA, Jeddah.
Kisah Keluarga Asmarinda Pabalutan
Kisah Keluarga Asmarida, Warga Pabalutan Rambatan
Dua Puteranya Lumpuh, Pernah Digendong ke Sekolah
Direlise oleh PPI-India
Oleh Admin Padek 1
Sabtu, 30-Juli-2005, 11:54:207
Tidak bisa dipungkiri. Bahagia dan sedih merupakan romantika kehidupan yang harus dilalui setiap insan. Ketika kebahagiaan ditutupi kedukaan, hanya penyerahan diri kepadaNya, satu-satunya obat pelipur lara, sebab, hal itu bagian dari ujian Allah kepada hambanya.
Hal itu pula yang kini dilalui Keluarga Asmarida (44 th) warga Pabalutan Rambatan Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanahdatar.
Walaupun terasa pahit tapi liku-liku kehidupan itu harus dilaluinya dengan penuh ketabahan. Terkadang ada rasa dalam batinnya, tak siap menerima kenyataan hidup yang harus dilaluinya. Dua dari tiga orang anaknya, Afrianto (12 th) dan Agus (10 th), kini menderita kelumpuhan. Sedangkan si sulung, Eva kini menjadi siswa kelas II SMP.
Kepedihan makin tak terkira ketika dua anaknya yang malang tersebut terpaksa harus ditinggalkan di rumah lantaran Asmarida harus banting tulang mencari sesuap nasi untuk kehidupan anak-anaknya. Suaminya, Asril (52), meninggal dunia lima tahun silam.
Ketika Asmarida bekerja, kedua anaknya yang lumpuh hanya dapat menatap kehidupan teman-temannya dengan tatapan hampa, padahal sebelum kelumpuhan itu menyerang, keduanya sempat menikmati pendidikan di SD Bukit Sangok. Disaat masih sekolah, keduanya termasuk anak yang pintar, yang dibuktikan dari rapor dan pengakuan para guru mereka.
Perihal penderitaan Afrianto, suatu ketika di tahun 2002, sepulang sekolah ia berjalan tertatih-tatih.Ketika ditanya penyebabnya, Afrianto pun tak mengetahuinya. Ia mengaku tak pernah jatuh.
Ketika dia pulang kaki terasa sakit dan jalannya seperti merangkak-rangkak. Melihat kondisi itu, dicobalah mengobati anaknya tersebut ke puskesmas, tapi tidak mengalami perubahan.Malahan kemudian anaknya tidak bisa lagi berjalan.
Akhirnya dia coba membawa anaknya berobat ke dukun kampung, juga tak mengalami kemajuan, bahkan sempat pula membawa anaknya tersebut berobat ke dokter syaraf di Bukittinggi, tapi hanya satu kali sebab biaya untuk pengobatan anaknya tersebut dia tidak punya.
Apalagi setelah suaminya meninggal, dia sendirilah yang bekerja mengambil upah di sawah. Upah yang diterimanya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja. Rumah yang ditempati sekarang berasal dari pemberian keluarga.
Asmarida berkeinginan agar anaknya tetap bersekolah, sehingga masa depannya tak suram dikemudian hari. Dalam kondisi kelumpuhan itu, Afrizon tetap sekolah.
Untuk sampai ke sekolah dan kembali pulang, Asmarida terpaksa menggendongnya.
Semua penderitaan dan rutinitas itu berlangsung tanpa henti. Hanya saja, selang setahun kemudian, penderitaannya bertambah. Kini giliran anak ketiganya yang saat itu baru duduk di kelas I SD mengalami hal yang sama.
Suatu ketika, sepulang sekolah, Agus berjalan sempoyongan, tertatih-tatih. Persis yang dialami kakannya, setahun sebelumnya. Berbagai upaya dilakukan, namun kesembuhan yang diharapkan tak jadi kenyataan. Kini, Asmarida hanya pasrah menatap masa depannya bersama ketiga anaknya.
Keadaan itu terlihat sekali Ketika Koran ini berkunjung ke rumahnya di Jorong Pabalutan walaupun sedikit mengejutkan Asmidar,apalagi saat ini dia sedang memandikan kedua anak-anaknya yang lumpuh tersebut dengan penuh kasih sayang dimuka rumahnya tapi setelah menjelaskan kedatanganya mendengar informasi kelumpuhan dua putera tersebut, barulah dia memahami, malah dengan nada sabak dan sedih mereka menuturkan awal perjalanan kehidupan putera tersebut sehingga mengalami kelumpuhan.
"Saya tak pernah menduga dua putra saya lumpuh mendadak," jelasnya ketika memandikan kedua anaknya tersebut. (mal)
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3772
Dua Puteranya Lumpuh, Pernah Digendong ke Sekolah
Direlise oleh PPI-India
Oleh Admin Padek 1
Sabtu, 30-Juli-2005, 11:54:207
Tidak bisa dipungkiri. Bahagia dan sedih merupakan romantika kehidupan yang harus dilalui setiap insan. Ketika kebahagiaan ditutupi kedukaan, hanya penyerahan diri kepadaNya, satu-satunya obat pelipur lara, sebab, hal itu bagian dari ujian Allah kepada hambanya.
Hal itu pula yang kini dilalui Keluarga Asmarida (44 th) warga Pabalutan Rambatan Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanahdatar.
Walaupun terasa pahit tapi liku-liku kehidupan itu harus dilaluinya dengan penuh ketabahan. Terkadang ada rasa dalam batinnya, tak siap menerima kenyataan hidup yang harus dilaluinya. Dua dari tiga orang anaknya, Afrianto (12 th) dan Agus (10 th), kini menderita kelumpuhan. Sedangkan si sulung, Eva kini menjadi siswa kelas II SMP.
Kepedihan makin tak terkira ketika dua anaknya yang malang tersebut terpaksa harus ditinggalkan di rumah lantaran Asmarida harus banting tulang mencari sesuap nasi untuk kehidupan anak-anaknya. Suaminya, Asril (52), meninggal dunia lima tahun silam.
Ketika Asmarida bekerja, kedua anaknya yang lumpuh hanya dapat menatap kehidupan teman-temannya dengan tatapan hampa, padahal sebelum kelumpuhan itu menyerang, keduanya sempat menikmati pendidikan di SD Bukit Sangok. Disaat masih sekolah, keduanya termasuk anak yang pintar, yang dibuktikan dari rapor dan pengakuan para guru mereka.
Perihal penderitaan Afrianto, suatu ketika di tahun 2002, sepulang sekolah ia berjalan tertatih-tatih.Ketika ditanya penyebabnya, Afrianto pun tak mengetahuinya. Ia mengaku tak pernah jatuh.
Ketika dia pulang kaki terasa sakit dan jalannya seperti merangkak-rangkak. Melihat kondisi itu, dicobalah mengobati anaknya tersebut ke puskesmas, tapi tidak mengalami perubahan.Malahan kemudian anaknya tidak bisa lagi berjalan.
Akhirnya dia coba membawa anaknya berobat ke dukun kampung, juga tak mengalami kemajuan, bahkan sempat pula membawa anaknya tersebut berobat ke dokter syaraf di Bukittinggi, tapi hanya satu kali sebab biaya untuk pengobatan anaknya tersebut dia tidak punya.
Apalagi setelah suaminya meninggal, dia sendirilah yang bekerja mengambil upah di sawah. Upah yang diterimanya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja. Rumah yang ditempati sekarang berasal dari pemberian keluarga.
Asmarida berkeinginan agar anaknya tetap bersekolah, sehingga masa depannya tak suram dikemudian hari. Dalam kondisi kelumpuhan itu, Afrizon tetap sekolah.
Untuk sampai ke sekolah dan kembali pulang, Asmarida terpaksa menggendongnya.
Semua penderitaan dan rutinitas itu berlangsung tanpa henti. Hanya saja, selang setahun kemudian, penderitaannya bertambah. Kini giliran anak ketiganya yang saat itu baru duduk di kelas I SD mengalami hal yang sama.
Suatu ketika, sepulang sekolah, Agus berjalan sempoyongan, tertatih-tatih. Persis yang dialami kakannya, setahun sebelumnya. Berbagai upaya dilakukan, namun kesembuhan yang diharapkan tak jadi kenyataan. Kini, Asmarida hanya pasrah menatap masa depannya bersama ketiga anaknya.
Keadaan itu terlihat sekali Ketika Koran ini berkunjung ke rumahnya di Jorong Pabalutan walaupun sedikit mengejutkan Asmidar,apalagi saat ini dia sedang memandikan kedua anak-anaknya yang lumpuh tersebut dengan penuh kasih sayang dimuka rumahnya tapi setelah menjelaskan kedatanganya mendengar informasi kelumpuhan dua putera tersebut, barulah dia memahami, malah dengan nada sabak dan sedih mereka menuturkan awal perjalanan kehidupan putera tersebut sehingga mengalami kelumpuhan.
"Saya tak pernah menduga dua putra saya lumpuh mendadak," jelasnya ketika memandikan kedua anaknya tersebut. (mal)
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3772
SURIAH
KETERANGAN DASAR
REPUBLIK ARAB SURIAH
I. UMUM
01. Nama Negara : Republik Arab Suriah (The Syrian Arab Republic).
02. Ibukota : Damaskus
03. Merdeka Tahun : 1946
04. Kepala Negara : Presiden (Hafez Al-Assad – 1971 s/d sekarang)
05. Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri, Dr. Muhammad Mustafa Mero
06. Ketua Parlemen : Abdul Kadir Kaddoura
07. Menteri Luar Negeri : Farouk Al-Shara’ (1987 s/d sekarang)
08. Bahasa Nasional : Arab
09. Agama : Islam, Kristen namun terdapat juga penduduk Yahudi.
10. Mata Uang : Syrian Pound (Lira)
11. Jumlah Penduduk : 17.5 juta (1999)
12. Etnis Suku : Arab, Kurdi, Armenia, Sarkas
13. Pendapatan Perkapita : US$. 1.109 (1998)
14. Laju Inflasi : 4,8 % (1998)
15. Ekpor Utama : Minyak Bumi, Phosphat, Katun/Kapas, Hasil-hasil
Pertanian (gandum, sayuran, buah-buahan, hasil ternak)
dan tekstil.
16. Hari Nasional : 17 April
17. Lagu Kebangsaan : Humat al-Diyaar
18. Bendera : Merah, Putih, Hitam dengan dua bintang warna hijau
di tengah
II. GEOGRAFIS
1. Luas wilayah : 185.180 km2 (hampir 1,5 X P. Jawa) terletak antara : 39 derajat Garis Bujur Barat, 47 derajat Garis Bujur Timur, 41.5 derajat Garis Lintang Utara dan 36 derajat Garis Lintang Selatan.
2. Perbatasan : Sebelah Utara : Turki
Sebelah Timur : Irak
Sebelah Selatan : Jordan
Sebelah Barat : Lebanon dan Laut Tengah.
3. Kota-kota besar/wisata : Damaskus, Aleppo, Lattakia, Tartous, Der Al-Zour, Palmyra, Homs.
4. Iklim : Suriah beriklim Mediterania (sub tropis) dan mempunyai musim dingin mulai Nopember – Pebruari dengan temperatur rata-rata 5 – 15 derajat C. Pada bulan Januari dan Pebruari biasanya salju turun di daerah-daerah pergunungan dan kadang-kadang juga di kota Damaskus. Musim panas mulai bulan Maret – Oktober, temperatur udara rata-rata 30 – 35 derajat C. Pada bulan Juli dan Agustus temperatur udara mencapai 48 derajat C.
III. SEJARAH SINGKAT
A. Suriah Kuno
Menurut sejarah, wilayah Suriah kuno meliputi Jordan, Israel, Lebanon dan Suriah modern. Mengingat letaknya yang sangat strategis, kota-kota pantainya dijadikan pusat perdagangan Kekaisaran Punisia dan tetap menjadi pusat perdagangan penting bagi penguasa selanjutnya yaitu Kekaisaran Romawi, Persia, Mesir, Babilonia, Macedonia, Assiria, Bizantin serta Arab. Masa-masa ini merupakan masa penting bagi pembentukan sejarah dan kebudayaan Suriah. Kota Damaskus bahkan sering disebut sebagai Ibukota negara yang tertua di dunia,karena dihuni secara terus-menerus sejak 2000 SM.
Pada tahun 635 kaum Arab Muslim berhasil merebut Suriah dari Kekaisaran Bizantin. Pada tahun 661-750 Dinasti Umayyad memerintah Suriah. Selama kekuasaan Islam ini bahasa Arab menjadi bahasa nasional menggantikan bahasa Yunani pada masa Bizantin. Setelah itu, sampai akhir abad ke-15, Suriah berkali-kali mengalami pergantian peguasa dari Arab Muslim, Tentara Salib , Mongol serta Mamluk.
Pada tahun 1516 Suriah resmi menjadi bagian kekaisaran Ottoman Turki sampai pada 1920 Suriah (bersama Libanon) diserahkan menjadi Daerah Mandat Perancis ketika Kekaisaran Turki terpecah-pecah akibat kalah dalam Perang Dunia I.
B. Suriah Modern
Sejarah kebangkitan Suriah modern dimulai pada 1914, bersamaan dengan timbulnya perasaan nasionalisme di kawasan Asia-Afrika, yang dipelopori oleh kelas menengah & kaum profesional khususnya perwira militer. Mereka bercita-cita mendirikan Kerajaan Suriah Raya (Kingdom of Greater Syria) sesudah berakhirnya Perang Dunia I. Namun hal itu tidak menjadi kenyataan meski sempat diproklamasikan, sebab perundingan rahasia Inggris-Perancis dan Rusia tahun 1916 (yang dikenal dengan Sykes-Picot Agreement) menetapkan bahwa Suriah berada di bawah kekuasaan Perancis.
Sampai dengan akhir Perang Dunia I (1918), Perancis belum juga hadir di Suriah meski sudah membentuk distrik-distrik pemerintahan di Suriah. Kesempatan ini dipergunakan oleh kaum nasionalis untuk memproklamirkan kemerdekaan Kerajaan Suriah Raya pada Maret 1920, yang meliputi Lebanon dan Palestina. Konferensi San Remo, April 1920, mengulang pemberian mandat kepada Perancis untuk berkuasa di Suriah dan Juli 1920 tentara Perancis baru tiba di Damaskus dan menguasai kota ini.
Sejak pertama kalinya Perancis menginjakkan kaki di wilayah ini, perlawanan rakyat tak henti-hentinya menentang kehadiran kekuasaan asing di tanah air mereka. Rakyat berjuang untuk membebaskan tanah air, dan sekaligus mempunyai pemerintahan sendiri. Pemerintah kolonial Perancis menyadari bahwa kehadiran mereka mendapat perlawanan rakyat setempat, sehingga dalam tahun 1936 kedua bangsa ini menanda-tangani perjanjian yang berisi prinsip-prinsip terhadap kemerdekaan Suriah. Untuk pertama kalinya berdasarkan perjanjian tersebut, Perancis mengakui kemerdekaan Suriah pada bulan September 1941, meskipun pada kenyataannya kekuatan tentara Perancis masih berada di Suriah sampai Mei tahun 1945.
Rakyat Suriah baru mengadakan perlawanan secara besar-besaran pada Mei 1945 yang mengakibatkan Perancis harus angkat kaki dari Suriah paling lambat April 1946. Pemerintah kemudian menetapkan 17 April sebagai Hari Nasional Suriah.
Setelah merdeka, Suriah terus menerus mengalami instabilitas politik. Pada tahun 1954, setelah beberapa kali kudeta, akhirnya kaum Baath yang berada di jajaran militer berkuasa. Pada 1957 parlemen Syria mengeluarkan UU penggabungan Suriah dengan Mesir menjadi Republik Arab Bersatu (United Arab Republic). Namun pada akhirnya Suriah kecewa dengan pembentukan negara gabungan ini. Hal ini kembali diikuti dengan instabilitas politik Suriah dengan adanya kudeta pada tahun 1960,1961 dan 1963. Pada tahun 1966 Partai Baath kembali berkuasa namun tidak populer akibat kekalahan Suriah dalam “Perang Enam Hari” dengan Israel (1967) dan adanya kerusuhan berdarah di Jordan (September 1970). Namun pada November 1970, menteri Pertahanan Jenderal Havez Al-Assad dengan Partai Baathnya mengambil alih kekuasaan. Pada 12 Maret 1971 Havez Assad resmi menjadi Presiden Suriah hingga sekarang, setelah berkali-kali terpilih kembali.
IV. POLITIK
1. Politik Dalam Negeri
Article 1 Undang-undang Dasar Negara 12 Maret 1973, menetapkan bahwa prinsip-prinsip fundamental negara didasarkan pada sosialisme demokrasi rakyat yang bercirikan persatuan dan kesatuan bangsa dalam wilayah Arab.
Sistem pemerintahan adalah republik, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat yang dilaksanakan sepenuhnya berdasarkan ketentuan-ketentuan Undang-undang Dasar Maret 1973. Undang-undang Dasar dapat diubah atas permintaan Presiden, atau sepertiga anggota Parlemen. Perdebatan atas usul perubahan UUD dilakukan oleh parlemen. Jika tiga perempat anggota dewan menyetujui perubahan, dan kemudian diajukan kepada Presiden untuk disetujui, maka perubahan (amandemen) menjadi sah untuk dilaksanakan.
a. Presiden
Pengajuan calon Presiden dilakukan oleh parlemen atas saran dan persetujuan Partai Sosialis Baath, untuk kemudian diadakan referendum atas permintaan parlemen. Seorang calon presiden minimal sudah berusia 40 tahun, tidak cacat hak-hak politik, akan memegang kekuasaan eksekutif, yang memiliki kewenangan menyatakan perang dan mobilisasi massa, serta membuat perjanjian dengan negara lain setelah mendapat persetujuan parlemen. Presiden juga memegang kekuasaan untuk membubarkan parlemen sebelum pemilu berikutnya, dengan menyebutkan alasan pembubaran.
Jika Presiden membubarkan parlemen, maka pemilu harus diadakan dalam waktu 60 hari setelah pembubaran. Pembubaran parlemen tidak dapat dilakukan dua kali dengan alasan yang sama. Pada tenggang waktu pembubaran parlemen, dan sebelum diadakan pemilu, Presiden mempunyai kewenangan legislatif, tetapi harus dimintakan persetujuan parlemen pada persidangan pertama parlemen baru. Presiden juga berwenang meminta parlemen untuk mengadakan referendum terhadap masalah-masalah penting kenegaraan.
Pada masa normal, Presiden mengesahkan undang-undang setelah mendapat persetujuan parlemen, dan dapat menolak pengesahan suatu undang-undang dengan memberikan alasan penolakan dalam masa waktu satu bulan setelah menerima rancangan undang-undang tersebut dari parlemen. Parlemen dapat melakukan pemungutan suara untuk kedua kalinya terhadap rancangan undang-undang yang ditolak Presiden. Jika dua per tiga anggota parlemen tetap menyetujui pemberlakuan undang-undang tadi, maka Presiden harus mengesahkannya.
Presiden memegang masa jabatan kepresidenan selama 7 tahun dan boleh dipilih kembali, merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, menerima dan mengangkat Duta Besar, memberikan pengampunan dan memulihkan hak-hak sipil, serta memberikan Tanda Kehormatan kepada mereka yang patut mendapatkannya atas jasa-jasa yang diberikan kepada bangsa dan negara.
Presiden Hafez Al-Assad berkuasa sejak tahun 1970 ketika memimpin Gerakan Koreksi dan menjabat sebagai kepala negara kemudian dipilih langsung oleh rakyat pada tahun 1971. Sejak 12 Maret 1971 sampai sekarang masa tugas Presiden Assad telah mengalami lima kali perpanjangan melalui referendum dan terakhir pada bulan Pebruari 1999 dengan masa tugas sampai tahun 2006.
b. Parlemen
Kedudukan dan kewenangan parlemen yang merupakan badan legislatif ditetapkan di dalam Undang-undang Dasar, Maret 1973. Tugas dan fungsi parlemen antara lain, mengajukan calon presiden, menyetujui undang-undang, membahas kebijaksanaan kabinet, membahas dan menyetujui RAPBN, ratifikasi perjanjian internasional, menyetujui pemberian amnesty, menerima pengunduran diri anggota parlemen atau menolak, mengeluarkan mosi tidak percaya kepada kabinet.
Masa bakti seorang anggota parlemen, yang terpilih melalui pemilu adalah 4 tahun, kecuali pemilu tidak dapat diadakan karena suasana perang atau disebabkan oleh suatu undang-undang yang ditetapkan untuk itu. Seorang anggota parlemen mempunyai kekebalan hukum selama menjabat sebagai anggota, kecuali bila terbukti melakukan kejahatan keji dan setelah mendapat persetujuan dewan.
Seorang anggota parlemen dapat mengajukan rancangan undang-undang. Setiap anggota juga mempunyai hak bertanya/interpelasi kepada kabinet atau menteri yang bersangkutan terhadap suatu kebijaksanaan yang dipandang perlu oleh parlemen.
Pengajuan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada parlemen dilakukan 2(dua) bulan sebelum tahun fiskal/anggaran yang bersangkutan. Sebelum mendapat persetujuan parlemen, suatu rancangan APBN tidak dapat dilaksanakan. Parlemen Suriah bersidang paling sedikitnya 3 kali dalam setahun, atau lebih atas permintaan dan keputusan Ketua Parlemen, Presiden, atau sepertiga anggota dewan.
Parlemen Suriah mempunyai 250 orang anggota, memiliki 11 (sebelas) komisi, yakni (1) Komisi Legislatif dan UUD, (2) Komisi Anggaran, (3) Komisi Keuangan, (4) Komisi Arab dan Luar Negeri, (5) Komisi Pengarah dan Penyuluhan, (6) Komisi Perencanaan dan Produksi, (7) Komisi Pelayanan, (8) Komisi Lingkungan dan Kependudukan, (9) Komisi Keamanan Nasional, (10) Komisi Dalam Negeri, (11) Komisi Pertanian dan Irigasi.
Pemilihan terakhir anggota Parlemen Suriah diselenggarakan pada tanggal 30 Nopember dan 1 Desember 1999 dengan komposisi sbb :
Propinsi Jumlah anggota Buruh/Petani Independen
Damaskus 10 10 19
Sktr Damaskus 19 10 9
Aleppo 20 7 13
Sktr Aleppo 32 17 15
Homs 23 11 12
Hama 22 13 9
Lattakia 17 9 8
Idleb 18 12 6
Tartous 13 6 7
Rakka 8 4 4
Deir Zour 14 8 6
Hasaka 14 8 6
Dar’a 10 5 5
Sweida 6 4 2
Quneitra 5 3 2
====== ======== =======
Jumlah 250 127 123
Adapun jumlah warga Suriah yang memiliki hak pilih sekitar 8,6 juta orang, termasuk tentara (tidak punya hak pilih) dan warga Suriah yang berdomisili di luar negeri (tidak dilakukan pemilu di luar negeri. Adapun mereka yang berhak menggunakan hak pilih dan berdomisili di dalam negeri berjumlah sekitar 7,1 juta orang. Pada pemilu terakhir warga Suriah yang menggunakan hak pilih adalah 5,5 juta orang (82 persen) dari mereka yang memiliki kartu pemilu yang bersifat permanen 6,6 juta orang)
Pada tanggal 17 Desember 1998 Parlemen Suriah membuka sidang perdana di mana Abdul Kadir Kaddoura terpilih kembali sebagai Ketua Parlemen Suriah dan Wakilnya Abdullah Mousilli.
Parlemen Suriah memiliki hubungan kerjasama yang sangat erat dengan parlemen-parlemen dunia Arab, maupun dunia internasional lainnya melalui badan kerjasama, yakni :
1. The Arab Parliamentary Federation,
2. The International Parliamentary Federation,
3. Organization of Arab American Parliamentarians of Arab Origin,
4. Conference of Parliamentary Arab-African Dialogue,
5. Conference of Parliamentary Arab-European Dialogue.
c. Kabinet
Kabinet (menteri-menteri) merupakan badan pelaksana urusan pemerintahan tertinggi di bawah Presiden. Kabinet ini dikepalai oleh seorang Perdana Menteri. Perdana Menteri dan seluruh Menteri ditunjuk dan diangkat oleh Presiden. Mereka yang diangkat menjadi menteri merupakan anggota salah satu partai. Kabinet bertanggung jawab langsung kepada Presiden, bukan kepada parlemen. Meskipun demikian, parlemen dapat mengajukan mosi tidak percaya kepada kabinet apabila suatu kebijaksanaan atau rencana pembangunan tidak memuaskan parlemen.
Setiap pembentukan kabinet baru oleh Presiden, kabinet baru harus mengeluarkan statement mengenai kebijaksanaan dan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan. Statemen ini akan dibicarakan oleh parlemen dalam suatu sidang khusus, meskipun tidak mengadakan pemungutan suara atas jalannya sidang khusus terhadap kebijaksanaan baru kabinet.
Jika parlemen merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut atas kebijaksanaan suatu kabinet baru, dapat mengajukan permintaan penjelasan kepada kabinet tanpa mengumumkannya.
Presiden Assad pada tanggal 13 Maret 2000 telah mengumumkan pembentukan Kabinet Dr. Muhammad Mustafa Mero menggantikan Kabinet Ir. Mahmoud Al-Zu’bi yang dibentuk sejak tahun 1987. Kabinet Mero masih mempertahankan 13 dari 35 anggota utama kabinet Zu’bi di antaranya menteri luar negeri, menteri pertahanan, menteri dalam negeri dan menteri keuangan. Tugas utama Kabinet Mero adalah menanggulangi krisis ekonomi dan melakukan pemberantasan tindakan korupsi pada jajaran pemerintahan. Khusus pemberantasan korupsi sebenarnya dilakukan oleh Kolonel Bashar Assad (putra Presiden Assad).
Pada tanggal 13 April 2000 Partai Baath yang berkuasa di Suriah mengumumkan pemecatan terhadap mantan PM. Zu’bi karena dituduh telah melakukan penyalah gunaan jabatannya ketika bertugas sebagai perdana menteri. Dua hari kemudian Kementerian Keuangan Suriah membekukan harta bergerak/tidak bergerak mantan PM. Zu’bi. Pada tanggal 21 Mei 2000 mantan PM. Zu’bi melakukan tindakan bunuh diri ketika dijemput Kepala Kepolisian Damaskus untuk menghadapi pemeriksaan atas tuduhan korupsi yang dituduhkan kepada dirinya. Menyusul kemudian penangkapan terhadap mantan menteri Transportasi, Dr. Mufed Abdul Karim dan penyitaan harta bergerak/tidak bergerak mantan Wakil PM. Bidang Ekonomi, Dr. Salim Yasin dan keluarganya.
d. Partai Politik
Seluruh kekuatan partai politik yang terdapat di Suriah menggabungkan diri ke dalam apa yang disebut "National Progressive Front", yang terdiri dari :
(1) Baath Arab Socialist Party,
(2) Movement of Socialist Arabs,
(3) Communist Party,
(4) Party of Socialist Unionists,
(5) The Arab Socialist Union Party,
(6) The Unionist Socialist Democratic Party.
Partai terkuat dan terbesar (ruling party) adalah Partai Sosialis Baath. Partai Sosialis Baath ini didirikan tanggal 7 April 1947. Sekarang ini Partai Sosialis Baath dipimpin oleh Presiden Hafez Assad, yang juga Ketua National Progressive Front. Pimpinan Regional Partai Sosialis Baath, partai terkuat dan terbesar pengaruhnya di seluruh wilayah Suriah, berwenang untuk menyampaikan calon presiden kepada parlemen untuk diadakan referendum. Kewenangan ini tercantum di dalam Undang-undang Dasar Suriah.
e. Organisasi Massa
Pemerintah memberikan ijin atas pembentukan/pendirian organisasi massa yang tidak bertentangan dengan konstitusi. Organisasi-organisasi massa yang sudah berdiri saat ini ada sebanyak 12 (dua belas) terdiri dari: buruh, tani, wanita, pemuda, mahasiswa, seniman, pramuka, dll.
2. Politik Luar Negeri
Kebijaksanaan dasar politik luar negeri Suriah mencerminkan faham nasionalisme yang progresif, anti kepada imperialisme dan zionisme serta diabdikan untuk kepentingan kebangkitan kembali bangsa Suriah khususnya, dan bangsa-bangsa Arab umumnya, yang bercita-cita menuju masyarakat modern yang menganut pola/ajaran sosialis, terbebas dari penguasaan Israel atas sebagian wilayah/tanah Arab, khususnya Dataran Tinggi Golan (wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak 1967).
Perundingan damai Suriah-Israel yang telah berlangsung beberapa kali tahap perundingan sejak Oktober 1991 dan terhenti pada bulan Pebruari 1996, sempat dilanjutkan kembali pada pertengahan bulan Desember 1999 masing-masing delegasi diketuai oleh Menlu Farouk al-Shara dan PM Israel Ehud Barak akhirnya macet kembali ketika akan memasuki tahapan ketiga tanggal 19 Januari 2000 di Shepherdstown, West Virginia, Amerika Serikat, karena Suriah mempersyaratkan adanya komitmen Israel mengenai jaminan penarikan total tentara Israel dari Dataran Tinggi Golan sampai ke garis perbatasan sebelum 4 Juni 1967 (termasuk tepi bagian Timur Laut Danau Tiberias), seperti yang diamanatkan dalam resolusi DK-PBB no. 242 dan 383, serta prinsip land for peace.
Hubungan luar negeri Suriah dengan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa, terutama dengan Perancis dewasa ini sudah membaik dan bahkan meningkat. Suriah menyambut baik keinginan Uni Eropa untuk berperan tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam bidang politik, khususnya dalam proses perdamaian Timur Tengah, dimana Uni Eropa telah menunjuk Utusan Khusus Urusan Proses Perdamaian Timur Tengah, yaitu Miguel Angel Moratinos, guna mengimbangi peran Amerika Serikat yang sampai saat ini dipandang belum berhasil.
Hubungan luar negeri Suriah dengan negara-negara Arab berlangsung cukup baik, kecuali dengan Irak yang sampai saat ini belum dilakukan normalisasi hubungan diplomatik yang terputus sejak awal tahun delapan puluhan, akan tetapi terdapat perkembangan baru dengan pembukaan “Kantor Interest Section” Irak dengan bendera Aljazair di Damaskus. Hubungannya dengan negara-negara Arab terdapat peningkatan yang sangat intensif, seperti di dalam forum Deklarasi Damaskus, Liga Arab, dan OKI. Semua ini dimaksudkan dalam rangka menggalang persatuan di kalangan negara-negara Arab guna menghadapi kekuatan Israel agar bersedia mundur dari Dataran Tinggi Golan dan wilayah-wilayah Arab lain yang diduduki Israel.
V. EKONOMI
Sistem ekonomi Suriah adalah sosialis, tetapi sejak tahun 1970-an telah melakukan pluralisasi ekonomi, yaitu sektor pemerintah, swasta dan campuran. Perkembangan selanjutnya sejak tahun 1990-an lebih mengarah kepada ekonomi pasar, khususnya dengan adanya UU Investasi No. 10/1991. Namun demikian peranan Pemerintah tetap cukup menonjol.
Untuk pencapaian stabilitas ekonomi diperlukan kebijakan rasionalisasi ekspor, impor dan konsumsi. Untuk maksud ini dibentuklah Komite Rasionalisasi Impor - Ekspor dan Konsumsi serta komite lainnya guna mengendalikan kebijakan perdagangan luar negeri.
Pertumbuhan GDP rata-rata selama kurun waktu 1995 - 1998 berdasarkan "fixed prices" tahun 1995 adalah 5,8 %.
Perekonomian Suriah berpijak pada berbagai sumber ekonomi (multi resourced economy), seperti pertanian, perindustrian, pertambangan, perdagangan dan jasa pariwisata.
Share sektoral terhadap GDP tahun 1998 adalah sbb. :
Sektoral Persentase (%)
- Pertanian 33
- Pertambangan dan Manufaktur 17
- Bangunan dan Konstruksi 4
- Perdagangan (Wholesale and Retail Trade) 20
- Transportasi dan Komunikasi 12
- Keuangan dan Asuransi 4
- Sosial dan Jasa Perorangan 2
- Jasa Pemerintah 8
Suriah merupakan negara cukup potensial di bidang pariwisata, karena memiliki berbagai peninggalan sejarah Romawi dan Islam, iklim dan letak geographis antara daratan Eropa dan Asia. Pada tahun 1999, kunjungan wisman mencapai sekitar 2,6 juta orang dengan pemasukan devisa diperkirakan sebesar US$ 1 milyar. Asal wisatawan sebagian besar dari negara-negara Arab, seperti Libanon, Saudi Arabia, UEA, Kuwait dan lainnya (sekitar 73 %). Sisanya berasal dari Jepang, Perancis, USA, Kanada dan lainnya.
Di bidang perdagangan luar negeri, Suriah masih melakukan kebijakan ekspor produksinya dan pengimporan yang belum dihasilkan di dalam negeri, seperti bahan mentah/bahan setengah jadi dan mesin-mesin. Ekspor utama Suriah masih terpusat pada bahan dasar (primary materials), seperti minyak bumi, cotton dan sayuran/buah-buahan yang merupakan 93 % dari total ekspornya di tahun 1999. Rincian dari total ekspor tersebut, yaitu minyak bumi (65 %), katun dan pakaian jadi (15 %) dan sayuran/buah-buahan (13 %). Sebaliknya, impor Suriah terdiri antara lain : besi, baja, mesin-mesin, kendaraan bermotor dan suku cadangnya, bahan tekstil (yarn, fabrics), bahan makanan (teh, kopi, beras, gula) dan pupuk.
Sektor swasta di bidang ekspor peranannya merupakan 26 % dari total ekspor Suriah, sedangkan peranan Pemerintah merupakan 74 %. Sebaliknya, di bidang impor peranan swasta sebesar 71 % dari total impornya.
Mitra dagang utama Suriah tetap Uni Eropa, dimana sekitar 60 % ekspor ke tujuan negara-negara tersebut. Sebaliknya, impor asal Uni Eropa merupakan lebih dari 30 %. Kemudian mitra lainnya, yaitu negara-negara Arab, Jepang, Korsel dan AS.
Kebijakan investasi Suriah dengan dikeluarkannya UU Investasi No. 10/1991, mencakup berbagai fasilitas/ keistimewaan dalam hal mata uang kuat (hard currencies), impor dan perpajakan. Baik sebagai warga Suriah/Arab maupun asing akan mendapatkan perlakuan yang sama. Selain itu, diijinkan untuk mengimpor kebutuhannya terdiri dari mesin, bahan mentah, dan transportasi yang dibebaskan dari ketentuan pembatasan impor serta kewajiban bea-masuk. Pembebasan pajak juga diberikan baik untuk sektor campuran (selama 7 tahun) maupun perusahaan swasta (selama 5 tahun), sejak pelaksanaan produksi/investasi. Selanjutnya, Pemerintah Suriah pada bulan Mei 2000 telah melakukan perubahan terhadap UU Investasi No. 10/1991, khususnya pasal 10 saja. Beberapa pokok perubahan tersebut, antara lain :
- pemberian hak memiliki dan menyewa tanah bagi para investor Arab dan asing yang menanamkan modalnya dalam berbagai proyek investasi;
- pembebasan pajak bagi para investor Arab dan asing, sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku;
- pembebasan pajak keuntungan bagi para pedagang yang menggunakan angkutan laut;
- pemberian fasilitas baru bagi para calon investor, dalam bentuk keuntungan-keuntungan yang berbeda-beda.
- Sejak dikeluarkannya UU Investasi No. 10/1991 s/d tahun 1998, Pemerintah Suriah telah memberikan ijin pelaksanaan sebanyak 1.451 proyek yang bernilai US$ 7,05 milyar (SP 325 milyar). Sekitar 85 % dalam berbagai proyek industri, dimana para investor Arab dan asing berasal dari 37 negara telah menanamkan modalnya, antara lain : Saudi Arabia, Kuwait, Libanon, Perancis, USA dan Jepang.
VI. HUBUNGAN DENGAN INDONESIA
A. POLITIK
Hubungan politik dan persahabatan antara Suriah dan Indonesia berlangsung cukup baik. Kerjasama di fora internasional antara kedua negara juga berlangsung dengan baik, dimana kedua belah pihak aktif melakukan konsultasi-konsultasi dalam pelbagai masalah bagi kepentingan bersama dan saling mendukung dalam masing-masing pencalonan jabatan di pelbagai organisasi internasional, sehingga posisi Suriah di fora internasional selama ini dapat dimanfaatkan bagi kepentingan Indonesia.
Hubungan bilateral Indonesia dengan Suriah cenderung terdapat kemajuan terutama setelah dilakukan kunjungan resmi PM Suriah Mahmoud Zoubi ke Jakarta (26-30 Juni 1997). Sebagai langkah awal dalam upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara, telah ditandatangani beberapa persetujuan, termasuk “Memorandum Saling Pengertian, mengenai Pembentukan Konsultasi Bilateral.
Suriah merupakan salah satu negara yang mempunyai arti penting bagi Indonesia, mengingat Suriah termasuk salah satu negara Arab yang pertama (bersama Mesir dan Lebanon) mengakui kemerdekaan Indonesia (2 Juli 1947). Disamping itu terdapat beberapa faktor kesamaan yang mendekatkan kedua negara, antara lain mayoritas penduduknya beragama Islam (Sunni), kesamaan pandangan terhadap pelbagai masalah internasional (antara lain sama-sama tergabung dalam GNB dan OKI).
B. EKONOMI
Dasar hubungan ekonomi bilateral adalah Persetujuan Dagang tahun 1976, MOU antara kedua KADIN tahun 1990. Persetujuan Promosi dan Perlindungan Investasi, Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), MOU Kerjasama Pariwisata dan Catatan Pembicaraan antara Tim Pendahulu kedua pihak yang kesemuanya itu ditandatangani pada tanggal 27 Juni 1997.
Sewaktu kunjungan PM Suriah di bulan Juni 1997, pada dasarnya telah disepakati suatu draft Pengaturan Perbankan antar Bank Sentral, namun tidak dapat dilakukan penandatanganannya berhubung di pihak Suriah tidak terdapat pejabat yang berwenang dari unsur bank sentralnya.
Pada tanggal 4 - 5 Mei 1999 di Damaskus berlangsung Perundingan Draft Persetujuan Kerjasama Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Teknik RI - Suriah. Sebagai hasil dari perundingan tersebut dapat dilakukan pemarapan draft persetujuan tersebut.
Neraca perdagangan Indonesia - Suriah tahun 1995 - 1999 dalam ribuan US$ :
Tahun Ekspor Impor Saldo Volume
1995 15.504 16.036 - 532 31.540
1996 33.288 14.258 + 19.030 47.546
1997 48.693 21.474 + 27.219 70.168
1998 80.326 11.045 + 69.281 91.371
1999 64.576 25.089 + 39.487 89.665
Sumber : Biro Pusat Statistik (BPS)
Komoditi Ekspor Indonesia, antara lain : tekstil (yarn, fabrics, woven), kertas dan karton, plywood, glassware, tyre dan margarine. Sedangkan impor asal Suriah terutama katun/kapas.
Kedua pihak telah dapat membentuk Working Group Pariwisata masing-masing sebagai tindak lanjut dari MOU Kerjasama Pariwisata Indonesia - Suriah. Namun, belum dapat dilakukan pertemuan kedua Working Group tersebut. Di bidang program KTNB, Indonesia tawarkan bidang "International Training Course on Telecommunication Outside Plant Construction Supervisory" yang berlangsung di Bandung 20 September s/d 29 Oktober 1999, pihak Suriah telah turut serta seorang pesertanya. Program KTNB yang sama tersebut di tahun 2000 ditawarkan kembali kepada Pemerintah Suriah dan diharapkan dapat turut serta kembali.
C. PENERANGAN SOSIAL BUDAYA
Hubungan di bidang penerangan dan sosial budaya antara Suriah dan Indonesia juga berlangsung cukup baik. Kedua negara saling melakukan pengiriman wartawan untuk meliput peristiwa-peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi di kedua negara. Indonesia mengundang wartawan Suriah untuk meliput suasana peringatan HUT Proklamasi di Indonesia. Dan sebaliknya Suriah mengundang wartawan Indonesia untuk meliput suasana peringatan Gerakan Pembaharuan di Suriah.
Sampai saat ini Lembaga-lembaga Pendidikan Swasta dan Negeri Suriah terus memberikan kesempatan bagi pelajar/mahasiswa Indonesia untuk belajar di Suriah sampai jenjang Sarjana Satu (Lc), dan beberapa orang diantara mereka pada jenjang S2. Sampai pada tingkat S1, umumnya pelajar/mahasiswa Indonesia memperoleh fasilitas seperti asrama, makan, buku, uang saku. Jumlah pelajar/mahasiswa Indonesia di Suriah kini mencapai 120 orang. Bidang-bidang yang dipelajari umumnya ialah agama Islam (syariah, dakwah dan sastra Arab).
Dalam MOU Pertukaran Kebudayaan (1997-1999) telah juga diatur mengenai pemberian beasiswa & study seat antara Suriah – Indonesia. Setiap tahunnya pihak Suriah memberikan 10 study seat untuk belajar di universitas-universitas Suriah. Sementara pihak Indonesia memberikan 2 beasiswa penuh kepada mahasiswa Suriah untuk belajar di Indonesia. Direncanakan MOU Pertukaran Kebudayaan ini akan diperpanjang untuk tahun 2000 s/d 2002 yang penandatanganannya akan dilaksanakan pada akhir tahun 2000.
Kabinet PM Mohamad Mustafa Mero dibentuk pada tanggal 13 Maret 2000, dilantik oleh Presiden Hafez al-Assad pada tanggal 20 Maret 2000. Menggantikan Kabinet Mahmoud al-Zoubi (1987 – 7 Maret 2000).
Presiden Hafez Asad digantikan oleh putranya dr Basyar Al-Asad.
Damaskus, 31 Mei 2000
REPUBLIK ARAB SURIAH
I. UMUM
01. Nama Negara : Republik Arab Suriah (The Syrian Arab Republic).
02. Ibukota : Damaskus
03. Merdeka Tahun : 1946
04. Kepala Negara : Presiden (Hafez Al-Assad – 1971 s/d sekarang)
05. Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri, Dr. Muhammad Mustafa Mero
06. Ketua Parlemen : Abdul Kadir Kaddoura
07. Menteri Luar Negeri : Farouk Al-Shara’ (1987 s/d sekarang)
08. Bahasa Nasional : Arab
09. Agama : Islam, Kristen namun terdapat juga penduduk Yahudi.
10. Mata Uang : Syrian Pound (Lira)
11. Jumlah Penduduk : 17.5 juta (1999)
12. Etnis Suku : Arab, Kurdi, Armenia, Sarkas
13. Pendapatan Perkapita : US$. 1.109 (1998)
14. Laju Inflasi : 4,8 % (1998)
15. Ekpor Utama : Minyak Bumi, Phosphat, Katun/Kapas, Hasil-hasil
Pertanian (gandum, sayuran, buah-buahan, hasil ternak)
dan tekstil.
16. Hari Nasional : 17 April
17. Lagu Kebangsaan : Humat al-Diyaar
18. Bendera : Merah, Putih, Hitam dengan dua bintang warna hijau
di tengah
II. GEOGRAFIS
1. Luas wilayah : 185.180 km2 (hampir 1,5 X P. Jawa) terletak antara : 39 derajat Garis Bujur Barat, 47 derajat Garis Bujur Timur, 41.5 derajat Garis Lintang Utara dan 36 derajat Garis Lintang Selatan.
2. Perbatasan : Sebelah Utara : Turki
Sebelah Timur : Irak
Sebelah Selatan : Jordan
Sebelah Barat : Lebanon dan Laut Tengah.
3. Kota-kota besar/wisata : Damaskus, Aleppo, Lattakia, Tartous, Der Al-Zour, Palmyra, Homs.
4. Iklim : Suriah beriklim Mediterania (sub tropis) dan mempunyai musim dingin mulai Nopember – Pebruari dengan temperatur rata-rata 5 – 15 derajat C. Pada bulan Januari dan Pebruari biasanya salju turun di daerah-daerah pergunungan dan kadang-kadang juga di kota Damaskus. Musim panas mulai bulan Maret – Oktober, temperatur udara rata-rata 30 – 35 derajat C. Pada bulan Juli dan Agustus temperatur udara mencapai 48 derajat C.
III. SEJARAH SINGKAT
A. Suriah Kuno
Menurut sejarah, wilayah Suriah kuno meliputi Jordan, Israel, Lebanon dan Suriah modern. Mengingat letaknya yang sangat strategis, kota-kota pantainya dijadikan pusat perdagangan Kekaisaran Punisia dan tetap menjadi pusat perdagangan penting bagi penguasa selanjutnya yaitu Kekaisaran Romawi, Persia, Mesir, Babilonia, Macedonia, Assiria, Bizantin serta Arab. Masa-masa ini merupakan masa penting bagi pembentukan sejarah dan kebudayaan Suriah. Kota Damaskus bahkan sering disebut sebagai Ibukota negara yang tertua di dunia,karena dihuni secara terus-menerus sejak 2000 SM.
Pada tahun 635 kaum Arab Muslim berhasil merebut Suriah dari Kekaisaran Bizantin. Pada tahun 661-750 Dinasti Umayyad memerintah Suriah. Selama kekuasaan Islam ini bahasa Arab menjadi bahasa nasional menggantikan bahasa Yunani pada masa Bizantin. Setelah itu, sampai akhir abad ke-15, Suriah berkali-kali mengalami pergantian peguasa dari Arab Muslim, Tentara Salib , Mongol serta Mamluk.
Pada tahun 1516 Suriah resmi menjadi bagian kekaisaran Ottoman Turki sampai pada 1920 Suriah (bersama Libanon) diserahkan menjadi Daerah Mandat Perancis ketika Kekaisaran Turki terpecah-pecah akibat kalah dalam Perang Dunia I.
B. Suriah Modern
Sejarah kebangkitan Suriah modern dimulai pada 1914, bersamaan dengan timbulnya perasaan nasionalisme di kawasan Asia-Afrika, yang dipelopori oleh kelas menengah & kaum profesional khususnya perwira militer. Mereka bercita-cita mendirikan Kerajaan Suriah Raya (Kingdom of Greater Syria) sesudah berakhirnya Perang Dunia I. Namun hal itu tidak menjadi kenyataan meski sempat diproklamasikan, sebab perundingan rahasia Inggris-Perancis dan Rusia tahun 1916 (yang dikenal dengan Sykes-Picot Agreement) menetapkan bahwa Suriah berada di bawah kekuasaan Perancis.
Sampai dengan akhir Perang Dunia I (1918), Perancis belum juga hadir di Suriah meski sudah membentuk distrik-distrik pemerintahan di Suriah. Kesempatan ini dipergunakan oleh kaum nasionalis untuk memproklamirkan kemerdekaan Kerajaan Suriah Raya pada Maret 1920, yang meliputi Lebanon dan Palestina. Konferensi San Remo, April 1920, mengulang pemberian mandat kepada Perancis untuk berkuasa di Suriah dan Juli 1920 tentara Perancis baru tiba di Damaskus dan menguasai kota ini.
Sejak pertama kalinya Perancis menginjakkan kaki di wilayah ini, perlawanan rakyat tak henti-hentinya menentang kehadiran kekuasaan asing di tanah air mereka. Rakyat berjuang untuk membebaskan tanah air, dan sekaligus mempunyai pemerintahan sendiri. Pemerintah kolonial Perancis menyadari bahwa kehadiran mereka mendapat perlawanan rakyat setempat, sehingga dalam tahun 1936 kedua bangsa ini menanda-tangani perjanjian yang berisi prinsip-prinsip terhadap kemerdekaan Suriah. Untuk pertama kalinya berdasarkan perjanjian tersebut, Perancis mengakui kemerdekaan Suriah pada bulan September 1941, meskipun pada kenyataannya kekuatan tentara Perancis masih berada di Suriah sampai Mei tahun 1945.
Rakyat Suriah baru mengadakan perlawanan secara besar-besaran pada Mei 1945 yang mengakibatkan Perancis harus angkat kaki dari Suriah paling lambat April 1946. Pemerintah kemudian menetapkan 17 April sebagai Hari Nasional Suriah.
Setelah merdeka, Suriah terus menerus mengalami instabilitas politik. Pada tahun 1954, setelah beberapa kali kudeta, akhirnya kaum Baath yang berada di jajaran militer berkuasa. Pada 1957 parlemen Syria mengeluarkan UU penggabungan Suriah dengan Mesir menjadi Republik Arab Bersatu (United Arab Republic). Namun pada akhirnya Suriah kecewa dengan pembentukan negara gabungan ini. Hal ini kembali diikuti dengan instabilitas politik Suriah dengan adanya kudeta pada tahun 1960,1961 dan 1963. Pada tahun 1966 Partai Baath kembali berkuasa namun tidak populer akibat kekalahan Suriah dalam “Perang Enam Hari” dengan Israel (1967) dan adanya kerusuhan berdarah di Jordan (September 1970). Namun pada November 1970, menteri Pertahanan Jenderal Havez Al-Assad dengan Partai Baathnya mengambil alih kekuasaan. Pada 12 Maret 1971 Havez Assad resmi menjadi Presiden Suriah hingga sekarang, setelah berkali-kali terpilih kembali.
IV. POLITIK
1. Politik Dalam Negeri
Article 1 Undang-undang Dasar Negara 12 Maret 1973, menetapkan bahwa prinsip-prinsip fundamental negara didasarkan pada sosialisme demokrasi rakyat yang bercirikan persatuan dan kesatuan bangsa dalam wilayah Arab.
Sistem pemerintahan adalah republik, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat yang dilaksanakan sepenuhnya berdasarkan ketentuan-ketentuan Undang-undang Dasar Maret 1973. Undang-undang Dasar dapat diubah atas permintaan Presiden, atau sepertiga anggota Parlemen. Perdebatan atas usul perubahan UUD dilakukan oleh parlemen. Jika tiga perempat anggota dewan menyetujui perubahan, dan kemudian diajukan kepada Presiden untuk disetujui, maka perubahan (amandemen) menjadi sah untuk dilaksanakan.
a. Presiden
Pengajuan calon Presiden dilakukan oleh parlemen atas saran dan persetujuan Partai Sosialis Baath, untuk kemudian diadakan referendum atas permintaan parlemen. Seorang calon presiden minimal sudah berusia 40 tahun, tidak cacat hak-hak politik, akan memegang kekuasaan eksekutif, yang memiliki kewenangan menyatakan perang dan mobilisasi massa, serta membuat perjanjian dengan negara lain setelah mendapat persetujuan parlemen. Presiden juga memegang kekuasaan untuk membubarkan parlemen sebelum pemilu berikutnya, dengan menyebutkan alasan pembubaran.
Jika Presiden membubarkan parlemen, maka pemilu harus diadakan dalam waktu 60 hari setelah pembubaran. Pembubaran parlemen tidak dapat dilakukan dua kali dengan alasan yang sama. Pada tenggang waktu pembubaran parlemen, dan sebelum diadakan pemilu, Presiden mempunyai kewenangan legislatif, tetapi harus dimintakan persetujuan parlemen pada persidangan pertama parlemen baru. Presiden juga berwenang meminta parlemen untuk mengadakan referendum terhadap masalah-masalah penting kenegaraan.
Pada masa normal, Presiden mengesahkan undang-undang setelah mendapat persetujuan parlemen, dan dapat menolak pengesahan suatu undang-undang dengan memberikan alasan penolakan dalam masa waktu satu bulan setelah menerima rancangan undang-undang tersebut dari parlemen. Parlemen dapat melakukan pemungutan suara untuk kedua kalinya terhadap rancangan undang-undang yang ditolak Presiden. Jika dua per tiga anggota parlemen tetap menyetujui pemberlakuan undang-undang tadi, maka Presiden harus mengesahkannya.
Presiden memegang masa jabatan kepresidenan selama 7 tahun dan boleh dipilih kembali, merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, menerima dan mengangkat Duta Besar, memberikan pengampunan dan memulihkan hak-hak sipil, serta memberikan Tanda Kehormatan kepada mereka yang patut mendapatkannya atas jasa-jasa yang diberikan kepada bangsa dan negara.
Presiden Hafez Al-Assad berkuasa sejak tahun 1970 ketika memimpin Gerakan Koreksi dan menjabat sebagai kepala negara kemudian dipilih langsung oleh rakyat pada tahun 1971. Sejak 12 Maret 1971 sampai sekarang masa tugas Presiden Assad telah mengalami lima kali perpanjangan melalui referendum dan terakhir pada bulan Pebruari 1999 dengan masa tugas sampai tahun 2006.
b. Parlemen
Kedudukan dan kewenangan parlemen yang merupakan badan legislatif ditetapkan di dalam Undang-undang Dasar, Maret 1973. Tugas dan fungsi parlemen antara lain, mengajukan calon presiden, menyetujui undang-undang, membahas kebijaksanaan kabinet, membahas dan menyetujui RAPBN, ratifikasi perjanjian internasional, menyetujui pemberian amnesty, menerima pengunduran diri anggota parlemen atau menolak, mengeluarkan mosi tidak percaya kepada kabinet.
Masa bakti seorang anggota parlemen, yang terpilih melalui pemilu adalah 4 tahun, kecuali pemilu tidak dapat diadakan karena suasana perang atau disebabkan oleh suatu undang-undang yang ditetapkan untuk itu. Seorang anggota parlemen mempunyai kekebalan hukum selama menjabat sebagai anggota, kecuali bila terbukti melakukan kejahatan keji dan setelah mendapat persetujuan dewan.
Seorang anggota parlemen dapat mengajukan rancangan undang-undang. Setiap anggota juga mempunyai hak bertanya/interpelasi kepada kabinet atau menteri yang bersangkutan terhadap suatu kebijaksanaan yang dipandang perlu oleh parlemen.
Pengajuan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada parlemen dilakukan 2(dua) bulan sebelum tahun fiskal/anggaran yang bersangkutan. Sebelum mendapat persetujuan parlemen, suatu rancangan APBN tidak dapat dilaksanakan. Parlemen Suriah bersidang paling sedikitnya 3 kali dalam setahun, atau lebih atas permintaan dan keputusan Ketua Parlemen, Presiden, atau sepertiga anggota dewan.
Parlemen Suriah mempunyai 250 orang anggota, memiliki 11 (sebelas) komisi, yakni (1) Komisi Legislatif dan UUD, (2) Komisi Anggaran, (3) Komisi Keuangan, (4) Komisi Arab dan Luar Negeri, (5) Komisi Pengarah dan Penyuluhan, (6) Komisi Perencanaan dan Produksi, (7) Komisi Pelayanan, (8) Komisi Lingkungan dan Kependudukan, (9) Komisi Keamanan Nasional, (10) Komisi Dalam Negeri, (11) Komisi Pertanian dan Irigasi.
Pemilihan terakhir anggota Parlemen Suriah diselenggarakan pada tanggal 30 Nopember dan 1 Desember 1999 dengan komposisi sbb :
Propinsi Jumlah anggota Buruh/Petani Independen
Damaskus 10 10 19
Sktr Damaskus 19 10 9
Aleppo 20 7 13
Sktr Aleppo 32 17 15
Homs 23 11 12
Hama 22 13 9
Lattakia 17 9 8
Idleb 18 12 6
Tartous 13 6 7
Rakka 8 4 4
Deir Zour 14 8 6
Hasaka 14 8 6
Dar’a 10 5 5
Sweida 6 4 2
Quneitra 5 3 2
====== ======== =======
Jumlah 250 127 123
Adapun jumlah warga Suriah yang memiliki hak pilih sekitar 8,6 juta orang, termasuk tentara (tidak punya hak pilih) dan warga Suriah yang berdomisili di luar negeri (tidak dilakukan pemilu di luar negeri. Adapun mereka yang berhak menggunakan hak pilih dan berdomisili di dalam negeri berjumlah sekitar 7,1 juta orang. Pada pemilu terakhir warga Suriah yang menggunakan hak pilih adalah 5,5 juta orang (82 persen) dari mereka yang memiliki kartu pemilu yang bersifat permanen 6,6 juta orang)
Pada tanggal 17 Desember 1998 Parlemen Suriah membuka sidang perdana di mana Abdul Kadir Kaddoura terpilih kembali sebagai Ketua Parlemen Suriah dan Wakilnya Abdullah Mousilli.
Parlemen Suriah memiliki hubungan kerjasama yang sangat erat dengan parlemen-parlemen dunia Arab, maupun dunia internasional lainnya melalui badan kerjasama, yakni :
1. The Arab Parliamentary Federation,
2. The International Parliamentary Federation,
3. Organization of Arab American Parliamentarians of Arab Origin,
4. Conference of Parliamentary Arab-African Dialogue,
5. Conference of Parliamentary Arab-European Dialogue.
c. Kabinet
Kabinet (menteri-menteri) merupakan badan pelaksana urusan pemerintahan tertinggi di bawah Presiden. Kabinet ini dikepalai oleh seorang Perdana Menteri. Perdana Menteri dan seluruh Menteri ditunjuk dan diangkat oleh Presiden. Mereka yang diangkat menjadi menteri merupakan anggota salah satu partai. Kabinet bertanggung jawab langsung kepada Presiden, bukan kepada parlemen. Meskipun demikian, parlemen dapat mengajukan mosi tidak percaya kepada kabinet apabila suatu kebijaksanaan atau rencana pembangunan tidak memuaskan parlemen.
Setiap pembentukan kabinet baru oleh Presiden, kabinet baru harus mengeluarkan statement mengenai kebijaksanaan dan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan. Statemen ini akan dibicarakan oleh parlemen dalam suatu sidang khusus, meskipun tidak mengadakan pemungutan suara atas jalannya sidang khusus terhadap kebijaksanaan baru kabinet.
Jika parlemen merasa perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut atas kebijaksanaan suatu kabinet baru, dapat mengajukan permintaan penjelasan kepada kabinet tanpa mengumumkannya.
Presiden Assad pada tanggal 13 Maret 2000 telah mengumumkan pembentukan Kabinet Dr. Muhammad Mustafa Mero menggantikan Kabinet Ir. Mahmoud Al-Zu’bi yang dibentuk sejak tahun 1987. Kabinet Mero masih mempertahankan 13 dari 35 anggota utama kabinet Zu’bi di antaranya menteri luar negeri, menteri pertahanan, menteri dalam negeri dan menteri keuangan. Tugas utama Kabinet Mero adalah menanggulangi krisis ekonomi dan melakukan pemberantasan tindakan korupsi pada jajaran pemerintahan. Khusus pemberantasan korupsi sebenarnya dilakukan oleh Kolonel Bashar Assad (putra Presiden Assad).
Pada tanggal 13 April 2000 Partai Baath yang berkuasa di Suriah mengumumkan pemecatan terhadap mantan PM. Zu’bi karena dituduh telah melakukan penyalah gunaan jabatannya ketika bertugas sebagai perdana menteri. Dua hari kemudian Kementerian Keuangan Suriah membekukan harta bergerak/tidak bergerak mantan PM. Zu’bi. Pada tanggal 21 Mei 2000 mantan PM. Zu’bi melakukan tindakan bunuh diri ketika dijemput Kepala Kepolisian Damaskus untuk menghadapi pemeriksaan atas tuduhan korupsi yang dituduhkan kepada dirinya. Menyusul kemudian penangkapan terhadap mantan menteri Transportasi, Dr. Mufed Abdul Karim dan penyitaan harta bergerak/tidak bergerak mantan Wakil PM. Bidang Ekonomi, Dr. Salim Yasin dan keluarganya.
d. Partai Politik
Seluruh kekuatan partai politik yang terdapat di Suriah menggabungkan diri ke dalam apa yang disebut "National Progressive Front", yang terdiri dari :
(1) Baath Arab Socialist Party,
(2) Movement of Socialist Arabs,
(3) Communist Party,
(4) Party of Socialist Unionists,
(5) The Arab Socialist Union Party,
(6) The Unionist Socialist Democratic Party.
Partai terkuat dan terbesar (ruling party) adalah Partai Sosialis Baath. Partai Sosialis Baath ini didirikan tanggal 7 April 1947. Sekarang ini Partai Sosialis Baath dipimpin oleh Presiden Hafez Assad, yang juga Ketua National Progressive Front. Pimpinan Regional Partai Sosialis Baath, partai terkuat dan terbesar pengaruhnya di seluruh wilayah Suriah, berwenang untuk menyampaikan calon presiden kepada parlemen untuk diadakan referendum. Kewenangan ini tercantum di dalam Undang-undang Dasar Suriah.
e. Organisasi Massa
Pemerintah memberikan ijin atas pembentukan/pendirian organisasi massa yang tidak bertentangan dengan konstitusi. Organisasi-organisasi massa yang sudah berdiri saat ini ada sebanyak 12 (dua belas) terdiri dari: buruh, tani, wanita, pemuda, mahasiswa, seniman, pramuka, dll.
2. Politik Luar Negeri
Kebijaksanaan dasar politik luar negeri Suriah mencerminkan faham nasionalisme yang progresif, anti kepada imperialisme dan zionisme serta diabdikan untuk kepentingan kebangkitan kembali bangsa Suriah khususnya, dan bangsa-bangsa Arab umumnya, yang bercita-cita menuju masyarakat modern yang menganut pola/ajaran sosialis, terbebas dari penguasaan Israel atas sebagian wilayah/tanah Arab, khususnya Dataran Tinggi Golan (wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak 1967).
Perundingan damai Suriah-Israel yang telah berlangsung beberapa kali tahap perundingan sejak Oktober 1991 dan terhenti pada bulan Pebruari 1996, sempat dilanjutkan kembali pada pertengahan bulan Desember 1999 masing-masing delegasi diketuai oleh Menlu Farouk al-Shara dan PM Israel Ehud Barak akhirnya macet kembali ketika akan memasuki tahapan ketiga tanggal 19 Januari 2000 di Shepherdstown, West Virginia, Amerika Serikat, karena Suriah mempersyaratkan adanya komitmen Israel mengenai jaminan penarikan total tentara Israel dari Dataran Tinggi Golan sampai ke garis perbatasan sebelum 4 Juni 1967 (termasuk tepi bagian Timur Laut Danau Tiberias), seperti yang diamanatkan dalam resolusi DK-PBB no. 242 dan 383, serta prinsip land for peace.
Hubungan luar negeri Suriah dengan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa, terutama dengan Perancis dewasa ini sudah membaik dan bahkan meningkat. Suriah menyambut baik keinginan Uni Eropa untuk berperan tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam bidang politik, khususnya dalam proses perdamaian Timur Tengah, dimana Uni Eropa telah menunjuk Utusan Khusus Urusan Proses Perdamaian Timur Tengah, yaitu Miguel Angel Moratinos, guna mengimbangi peran Amerika Serikat yang sampai saat ini dipandang belum berhasil.
Hubungan luar negeri Suriah dengan negara-negara Arab berlangsung cukup baik, kecuali dengan Irak yang sampai saat ini belum dilakukan normalisasi hubungan diplomatik yang terputus sejak awal tahun delapan puluhan, akan tetapi terdapat perkembangan baru dengan pembukaan “Kantor Interest Section” Irak dengan bendera Aljazair di Damaskus. Hubungannya dengan negara-negara Arab terdapat peningkatan yang sangat intensif, seperti di dalam forum Deklarasi Damaskus, Liga Arab, dan OKI. Semua ini dimaksudkan dalam rangka menggalang persatuan di kalangan negara-negara Arab guna menghadapi kekuatan Israel agar bersedia mundur dari Dataran Tinggi Golan dan wilayah-wilayah Arab lain yang diduduki Israel.
V. EKONOMI
Sistem ekonomi Suriah adalah sosialis, tetapi sejak tahun 1970-an telah melakukan pluralisasi ekonomi, yaitu sektor pemerintah, swasta dan campuran. Perkembangan selanjutnya sejak tahun 1990-an lebih mengarah kepada ekonomi pasar, khususnya dengan adanya UU Investasi No. 10/1991. Namun demikian peranan Pemerintah tetap cukup menonjol.
Untuk pencapaian stabilitas ekonomi diperlukan kebijakan rasionalisasi ekspor, impor dan konsumsi. Untuk maksud ini dibentuklah Komite Rasionalisasi Impor - Ekspor dan Konsumsi serta komite lainnya guna mengendalikan kebijakan perdagangan luar negeri.
Pertumbuhan GDP rata-rata selama kurun waktu 1995 - 1998 berdasarkan "fixed prices" tahun 1995 adalah 5,8 %.
Perekonomian Suriah berpijak pada berbagai sumber ekonomi (multi resourced economy), seperti pertanian, perindustrian, pertambangan, perdagangan dan jasa pariwisata.
Share sektoral terhadap GDP tahun 1998 adalah sbb. :
Sektoral Persentase (%)
- Pertanian 33
- Pertambangan dan Manufaktur 17
- Bangunan dan Konstruksi 4
- Perdagangan (Wholesale and Retail Trade) 20
- Transportasi dan Komunikasi 12
- Keuangan dan Asuransi 4
- Sosial dan Jasa Perorangan 2
- Jasa Pemerintah 8
Suriah merupakan negara cukup potensial di bidang pariwisata, karena memiliki berbagai peninggalan sejarah Romawi dan Islam, iklim dan letak geographis antara daratan Eropa dan Asia. Pada tahun 1999, kunjungan wisman mencapai sekitar 2,6 juta orang dengan pemasukan devisa diperkirakan sebesar US$ 1 milyar. Asal wisatawan sebagian besar dari negara-negara Arab, seperti Libanon, Saudi Arabia, UEA, Kuwait dan lainnya (sekitar 73 %). Sisanya berasal dari Jepang, Perancis, USA, Kanada dan lainnya.
Di bidang perdagangan luar negeri, Suriah masih melakukan kebijakan ekspor produksinya dan pengimporan yang belum dihasilkan di dalam negeri, seperti bahan mentah/bahan setengah jadi dan mesin-mesin. Ekspor utama Suriah masih terpusat pada bahan dasar (primary materials), seperti minyak bumi, cotton dan sayuran/buah-buahan yang merupakan 93 % dari total ekspornya di tahun 1999. Rincian dari total ekspor tersebut, yaitu minyak bumi (65 %), katun dan pakaian jadi (15 %) dan sayuran/buah-buahan (13 %). Sebaliknya, impor Suriah terdiri antara lain : besi, baja, mesin-mesin, kendaraan bermotor dan suku cadangnya, bahan tekstil (yarn, fabrics), bahan makanan (teh, kopi, beras, gula) dan pupuk.
Sektor swasta di bidang ekspor peranannya merupakan 26 % dari total ekspor Suriah, sedangkan peranan Pemerintah merupakan 74 %. Sebaliknya, di bidang impor peranan swasta sebesar 71 % dari total impornya.
Mitra dagang utama Suriah tetap Uni Eropa, dimana sekitar 60 % ekspor ke tujuan negara-negara tersebut. Sebaliknya, impor asal Uni Eropa merupakan lebih dari 30 %. Kemudian mitra lainnya, yaitu negara-negara Arab, Jepang, Korsel dan AS.
Kebijakan investasi Suriah dengan dikeluarkannya UU Investasi No. 10/1991, mencakup berbagai fasilitas/ keistimewaan dalam hal mata uang kuat (hard currencies), impor dan perpajakan. Baik sebagai warga Suriah/Arab maupun asing akan mendapatkan perlakuan yang sama. Selain itu, diijinkan untuk mengimpor kebutuhannya terdiri dari mesin, bahan mentah, dan transportasi yang dibebaskan dari ketentuan pembatasan impor serta kewajiban bea-masuk. Pembebasan pajak juga diberikan baik untuk sektor campuran (selama 7 tahun) maupun perusahaan swasta (selama 5 tahun), sejak pelaksanaan produksi/investasi. Selanjutnya, Pemerintah Suriah pada bulan Mei 2000 telah melakukan perubahan terhadap UU Investasi No. 10/1991, khususnya pasal 10 saja. Beberapa pokok perubahan tersebut, antara lain :
- pemberian hak memiliki dan menyewa tanah bagi para investor Arab dan asing yang menanamkan modalnya dalam berbagai proyek investasi;
- pembebasan pajak bagi para investor Arab dan asing, sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku;
- pembebasan pajak keuntungan bagi para pedagang yang menggunakan angkutan laut;
- pemberian fasilitas baru bagi para calon investor, dalam bentuk keuntungan-keuntungan yang berbeda-beda.
- Sejak dikeluarkannya UU Investasi No. 10/1991 s/d tahun 1998, Pemerintah Suriah telah memberikan ijin pelaksanaan sebanyak 1.451 proyek yang bernilai US$ 7,05 milyar (SP 325 milyar). Sekitar 85 % dalam berbagai proyek industri, dimana para investor Arab dan asing berasal dari 37 negara telah menanamkan modalnya, antara lain : Saudi Arabia, Kuwait, Libanon, Perancis, USA dan Jepang.
VI. HUBUNGAN DENGAN INDONESIA
A. POLITIK
Hubungan politik dan persahabatan antara Suriah dan Indonesia berlangsung cukup baik. Kerjasama di fora internasional antara kedua negara juga berlangsung dengan baik, dimana kedua belah pihak aktif melakukan konsultasi-konsultasi dalam pelbagai masalah bagi kepentingan bersama dan saling mendukung dalam masing-masing pencalonan jabatan di pelbagai organisasi internasional, sehingga posisi Suriah di fora internasional selama ini dapat dimanfaatkan bagi kepentingan Indonesia.
Hubungan bilateral Indonesia dengan Suriah cenderung terdapat kemajuan terutama setelah dilakukan kunjungan resmi PM Suriah Mahmoud Zoubi ke Jakarta (26-30 Juni 1997). Sebagai langkah awal dalam upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara, telah ditandatangani beberapa persetujuan, termasuk “Memorandum Saling Pengertian, mengenai Pembentukan Konsultasi Bilateral.
Suriah merupakan salah satu negara yang mempunyai arti penting bagi Indonesia, mengingat Suriah termasuk salah satu negara Arab yang pertama (bersama Mesir dan Lebanon) mengakui kemerdekaan Indonesia (2 Juli 1947). Disamping itu terdapat beberapa faktor kesamaan yang mendekatkan kedua negara, antara lain mayoritas penduduknya beragama Islam (Sunni), kesamaan pandangan terhadap pelbagai masalah internasional (antara lain sama-sama tergabung dalam GNB dan OKI).
B. EKONOMI
Dasar hubungan ekonomi bilateral adalah Persetujuan Dagang tahun 1976, MOU antara kedua KADIN tahun 1990. Persetujuan Promosi dan Perlindungan Investasi, Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), MOU Kerjasama Pariwisata dan Catatan Pembicaraan antara Tim Pendahulu kedua pihak yang kesemuanya itu ditandatangani pada tanggal 27 Juni 1997.
Sewaktu kunjungan PM Suriah di bulan Juni 1997, pada dasarnya telah disepakati suatu draft Pengaturan Perbankan antar Bank Sentral, namun tidak dapat dilakukan penandatanganannya berhubung di pihak Suriah tidak terdapat pejabat yang berwenang dari unsur bank sentralnya.
Pada tanggal 4 - 5 Mei 1999 di Damaskus berlangsung Perundingan Draft Persetujuan Kerjasama Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Teknik RI - Suriah. Sebagai hasil dari perundingan tersebut dapat dilakukan pemarapan draft persetujuan tersebut.
Neraca perdagangan Indonesia - Suriah tahun 1995 - 1999 dalam ribuan US$ :
Tahun Ekspor Impor Saldo Volume
1995 15.504 16.036 - 532 31.540
1996 33.288 14.258 + 19.030 47.546
1997 48.693 21.474 + 27.219 70.168
1998 80.326 11.045 + 69.281 91.371
1999 64.576 25.089 + 39.487 89.665
Sumber : Biro Pusat Statistik (BPS)
Komoditi Ekspor Indonesia, antara lain : tekstil (yarn, fabrics, woven), kertas dan karton, plywood, glassware, tyre dan margarine. Sedangkan impor asal Suriah terutama katun/kapas.
Kedua pihak telah dapat membentuk Working Group Pariwisata masing-masing sebagai tindak lanjut dari MOU Kerjasama Pariwisata Indonesia - Suriah. Namun, belum dapat dilakukan pertemuan kedua Working Group tersebut. Di bidang program KTNB, Indonesia tawarkan bidang "International Training Course on Telecommunication Outside Plant Construction Supervisory" yang berlangsung di Bandung 20 September s/d 29 Oktober 1999, pihak Suriah telah turut serta seorang pesertanya. Program KTNB yang sama tersebut di tahun 2000 ditawarkan kembali kepada Pemerintah Suriah dan diharapkan dapat turut serta kembali.
C. PENERANGAN SOSIAL BUDAYA
Hubungan di bidang penerangan dan sosial budaya antara Suriah dan Indonesia juga berlangsung cukup baik. Kedua negara saling melakukan pengiriman wartawan untuk meliput peristiwa-peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi di kedua negara. Indonesia mengundang wartawan Suriah untuk meliput suasana peringatan HUT Proklamasi di Indonesia. Dan sebaliknya Suriah mengundang wartawan Indonesia untuk meliput suasana peringatan Gerakan Pembaharuan di Suriah.
Sampai saat ini Lembaga-lembaga Pendidikan Swasta dan Negeri Suriah terus memberikan kesempatan bagi pelajar/mahasiswa Indonesia untuk belajar di Suriah sampai jenjang Sarjana Satu (Lc), dan beberapa orang diantara mereka pada jenjang S2. Sampai pada tingkat S1, umumnya pelajar/mahasiswa Indonesia memperoleh fasilitas seperti asrama, makan, buku, uang saku. Jumlah pelajar/mahasiswa Indonesia di Suriah kini mencapai 120 orang. Bidang-bidang yang dipelajari umumnya ialah agama Islam (syariah, dakwah dan sastra Arab).
Dalam MOU Pertukaran Kebudayaan (1997-1999) telah juga diatur mengenai pemberian beasiswa & study seat antara Suriah – Indonesia. Setiap tahunnya pihak Suriah memberikan 10 study seat untuk belajar di universitas-universitas Suriah. Sementara pihak Indonesia memberikan 2 beasiswa penuh kepada mahasiswa Suriah untuk belajar di Indonesia. Direncanakan MOU Pertukaran Kebudayaan ini akan diperpanjang untuk tahun 2000 s/d 2002 yang penandatanganannya akan dilaksanakan pada akhir tahun 2000.
Kabinet PM Mohamad Mustafa Mero dibentuk pada tanggal 13 Maret 2000, dilantik oleh Presiden Hafez al-Assad pada tanggal 20 Maret 2000. Menggantikan Kabinet Mahmoud al-Zoubi (1987 – 7 Maret 2000).
Presiden Hafez Asad digantikan oleh putranya dr Basyar Al-Asad.
Damaskus, 31 Mei 2000
Label:
Keterangan Dasar Suriah
Kenyataan Hidup
KENYATAAN HIDUP DISEBALIK PERMAINAN INI
Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Bu Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Bu Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.
Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan.
Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Bu Guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita
umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Bu Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Bu Guru ada Al Qur'an, saya akan letakkan di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"
Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat dan lain-lain.
Akhirnya Bu Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang. Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka. Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak Bu Guru?" Tanya murid- murid.
"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terangan menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi."
"Begitulah Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya. (ZS/Malaysia)
Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Bu Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Bu Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.
Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan.
Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Bu Guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita
umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Bu Guru kepada murid-muridnya. "Paham Bu Guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Bu Guru ada Al Qur'an, saya akan letakkan di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"
Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat dan lain-lain.
Akhirnya Bu Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang. Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka. Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak Bu Guru?" Tanya murid- murid.
"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terangan menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi."
"Begitulah Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya. (ZS/Malaysia)
Label:
Dari Milis Jiran
Jerusalem Yang Damai
JERUSALEM YANG DAMAI
Oleh : Zulharbi Salim
Nawaitu saya untuk sembahyang di Mesjid Al-Aqsa di Jerusalem (Al-Qudus), telah dikabulkan Allah Yang Maha Kuasa. Saya dapat mengikuti arus ummat Islam bersama Presiden Mohammad Anwar Sadat dari Mesir menuju mesjid suci yang ketiga itu, dipagi subuh hari Minggu 10 Zulhijjah 1397 H/20 Nopember 1977, dimana seluruh ummat Islam di delapan penjuru dunia berhari raya Idul Adha.
Sejenak saya tersentak dan bulu roma saya menggerinding dibuatnya, ketika kalimat Allahu Akbar berkumandang di seantero Mesjid Al-Aqsa yang serba luas itu. Hati siapa yang tidak tergugah, iman siapa yang tidak akan bertambah, jiwa siapa yang tidak bergetar, karena sudah 30 tahun lamanya antara Israel dan Arab terjadi peperangan satu sama lain. Sekarang secara mendadak muncullah seorang Kepala Negara Arab yang paling disegani oleh Israel, Mohammad Anwar Sadat dari Mesir. Sekarang Mohammad Anwar Sadat telah bertatap muka dengan pemimipin Israel dan dengan ummat Islam di Mesjid Al-Aqsa.
“Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘alallahi”, bunyi sebuah ayat surah Al Imran ayat 159 yang artinya “Apabila engkau bermaksud akan sesuatu, maka bertawakkallah kepada Allah”.
Niat berziarah (berkunjung) ke Mesjid Al-Aqsa sudah tertanam di lubuk hati saya sejak kecil. Sejak mengetahui/mempelajari kisah Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, sejak saya masih duduk di bangku madrasah Thawalib di Parabek. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT saya sudah mengunjungi tiga tempat suci umat Islam. Pertama Mekkah Al-Mukarramah, kedua Medinah Al-Munawwarah dan ketiga Baitul Maqdis. Mesjid Al-Aqsa adalah Qiblat pertama ummat Islam – Ula Qiblatain – lihat Surah Al-Baqarah ayat 144.
Lebih-lebih lagi dapat pula melaksanakan sembahyang (shalat) Idul Adha bersama seorang Presiden dari Mesir, suatu hal yang tidak terbayang sebelumnya.
Niat Presiden Sadat dicetuskannya ketika pesawat kepresidenannya berada diangkasa Turki dalam perjalanan dari Romania menuju Iran pada tanggal 31 Oktober 1977 dalam perjalanan dinas terakhirnya ke negara-negara sahabat Mesir.
Presiden Sadat berfikir, alangkah baiknya kalau saya cetuskan niat untuk berangkat ke Israel (Palestina) demi untuk terwujudnya perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah.
“Saya bersedia pergi ke ujung dunia, demi untuk terciptanya perdamaian yang adil dan abadi, sekalipun harus pergi ke Israel”, demikian dikatakan Presiden Anwar Sadat. Rupanya niat Presiden Sadat itu segera dikabulkan Tuhan.
Haikal Sulaiman
Sebelumnya saya dengan beberapa rekan dari Mesir telah mengadakan peninjauan di sekitar Mesjid Al-Aqsa, yang kami cari memang adakah galian atau lobang yang dulu pernah digali oleh Isarel untuk menemukan Haikal Sulaiman Yang Agung. Tujuan utama adalah mengecek kebenaran kejadian tersebut.
Hampir satu jam kami sengaja mendaki bukit dan menuruni anak tangga untuk sampai dimana lobang itu berada. Di depan sebuah pintu gerbang Bab Maghariba (Pintu Barat) saya melihat beberapa tentara Israel mengawal disitu. Dengan segera kami menghampirinya dan terjadilah perkenalan. Keramahan tentara Israel membuat kami jadi betah. Setelah kami meminta diantarkan ketempat dimana dahulu pernah digali, tentara itu sadar bahwa kami adalah orang asing. Cepat-cepat ia menjawab, “kami tidak bisa mengantar kalian kesana, maaf itu daerah militer”, katanya menjelaskan.
Mendengar jawaban demikian kami bisa maklum, karena ada diantara kami wartawan Mesir yang selalu diawasi oleh orang-orang berpakaian preman (intel Israel) disamping kami. Tetapi ketika diminta bahwa kami ingin melihat bekas sejarah lama, minta ditunjukkan dimana Haikal Sulaiman Yang Agung itu berada, dengan senang hati salah seorang yang berpakaian premen mengantar kami ketempat dimaksud.
Tempat itu tidak berapa jauh dari Mesjid Al-Aqsa, dindingnya bertemu (menyambung) dengan Haikal Sulaiman. Kepada kami diperlihatkan dimana haikal itu berada, tetapi sang guide tidak mau menjelaskan lebih banyak. Kalau saya perhatikan apakah memang pernah digali dahulu, ternyata memang ada bekas timbunan tanah-tanah putih dan beberapa lobang disamping kiri Haikal dan berjarak kira-kira 100 meter dari Mesjid Al-Aqsa. Lobang/terowongan tersebut tampaknya sudah ditutup buat umum, sehingga tidak dapat dilihat dari luar. Terowongan itu menunjukkan adanya beberapa pintu masuk yang di tutup rapi dan saya menduga-duga mungkin itulah terowongan yang dimaksud, tetapi kepastiannya saya sulit untuk membuktikannya.
Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra
Tentang Mesjid Al-Aqsa sendiri, sekarang ini sedang dipugar, terutama dua hari sebelum (menjelang) kunjungan Presiden Anwar Sadat kesana. Mesjid ini pernah di landa gempa tahun 1927 dan terbakar (baca : dibakar) tahun 1969. Akibat kebakaran tahun 1969, masih jelas kelihatan dan belum sempurna diperbaiki seluruhnya. Mimbar yang dibangun oleh Abdul Malik bin Marwan tetap utuh, tetapi tidak dibolehkan masuk kesana dan untuk gantinya dibangun mimbar darurat 5 meter jaraknya dari mimbar lama.
Dibawah Kubbah Sakhra dimana dahulu Nabi Muhammad SAW mi’raj (diangkat) ke langit, terdapat sebuah gua. Gua Para Nabi, - Ghaar Al-Anbiya’ – namanya. Disinilah dahulu para Nabi bersembahyang dan beristirahat termasuk Nabi Muhammad SAW.
Kubbah Hijau yang dibangun oleh Abdul malik bin Marwan pada tahun 685 M dan selesai tahun 691 M, disempurnakan oleh Salahauddin Al-Ayyubi, Panglima Perang Salib dan menghiasinya dengan relif-relif Al-Qur’an.
Diatas gua, terdapat sebuah batu panjangnya 17, 7 meter dari Utara ke Selatan dan lebarnya 12,5 meter dari Barat ke Timur. Diatasnya ada kubbah (penutup/atap) yang dilapisi emas, luasnya 20,44 meter persegi, tingginya dari gua 105 kaki.
Mesjid Al-Aqsa sekarang ini tetap dikunjungi ummat Islam di Palestina dan setiap Jum’at mencapai 1000 sampai 2500 orang yang bersembahyang disana. Pada jam-jam tertentu para turis (wisatawan) dibolehkan masuk ke Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra dengan beralaskan kain penutup (sarung) sepatu dan harus membayar.
Rupanya Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra mempunyai daya tarik yang kuat bagi turis dan Jerusalem dan “in-come” masuk ke kas negara Israel. Hasil dari turis saja mencapai 45% dari hasil “in-come” Israel keseluruhan.
Kepada ummat Islam di dunia pengurus Mesjid Al-Aqsa menyampaikan permohonannya untuk memberikan bantuan guna perbaikan Mesjid Al-Aqsa yang rusak akibat kebakaran tahun 1969. Meskipun ada bantuan Kementerian Agama Israel dan Urusan Wakaf Islam, tidak memadai.
Tentang Jerusalem sendiri, memang tampaknya sebuah kota yang damai. Disebut dengan Kota Shalom (Damai), kota Para Nabi (Madinatul Al-Anbiya’), The God’s City (Kota Tuhan), The Holy City atau Bait Al-Maqdis (Kota Suci), City of Peace (Kota Perdamaian) dan Beautiful City (Kota Cantik) adalah julukan yang diberikan kepada Jerusalem.
Jerusalem yang berpenduduk 500.000 orang itu, mayoritas adalah pemeluk Agama Yahudi (Jewis) 45%, Islam 30% dan Kristen 25%.
Kedamaian kota Jerusalem atau disebut oleh Jahudi dengan Ursalem sangat terasa ketika Presiden Sadat membawa missi perdamaian kesana.
Kita tinggalkan kota Jerusalem dengan berbagai kenangan tersendiri dizaman kekuasaan Isarel sekarang ini. Pembangunan gedung pencakar langit di Jerusalem Barat sayup-sayup kelihatan dibelakang kami, ketika bertolak ke bandara Ben Guruion. *
Cairo, 9 Desember 1977.
Oleh : Zulharbi Salim
Nawaitu saya untuk sembahyang di Mesjid Al-Aqsa di Jerusalem (Al-Qudus), telah dikabulkan Allah Yang Maha Kuasa. Saya dapat mengikuti arus ummat Islam bersama Presiden Mohammad Anwar Sadat dari Mesir menuju mesjid suci yang ketiga itu, dipagi subuh hari Minggu 10 Zulhijjah 1397 H/20 Nopember 1977, dimana seluruh ummat Islam di delapan penjuru dunia berhari raya Idul Adha.
Sejenak saya tersentak dan bulu roma saya menggerinding dibuatnya, ketika kalimat Allahu Akbar berkumandang di seantero Mesjid Al-Aqsa yang serba luas itu. Hati siapa yang tidak tergugah, iman siapa yang tidak akan bertambah, jiwa siapa yang tidak bergetar, karena sudah 30 tahun lamanya antara Israel dan Arab terjadi peperangan satu sama lain. Sekarang secara mendadak muncullah seorang Kepala Negara Arab yang paling disegani oleh Israel, Mohammad Anwar Sadat dari Mesir. Sekarang Mohammad Anwar Sadat telah bertatap muka dengan pemimipin Israel dan dengan ummat Islam di Mesjid Al-Aqsa.
“Fa idza ‘azamta fa tawakkal ‘alallahi”, bunyi sebuah ayat surah Al Imran ayat 159 yang artinya “Apabila engkau bermaksud akan sesuatu, maka bertawakkallah kepada Allah”.
Niat berziarah (berkunjung) ke Mesjid Al-Aqsa sudah tertanam di lubuk hati saya sejak kecil. Sejak mengetahui/mempelajari kisah Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, sejak saya masih duduk di bangku madrasah Thawalib di Parabek. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT saya sudah mengunjungi tiga tempat suci umat Islam. Pertama Mekkah Al-Mukarramah, kedua Medinah Al-Munawwarah dan ketiga Baitul Maqdis. Mesjid Al-Aqsa adalah Qiblat pertama ummat Islam – Ula Qiblatain – lihat Surah Al-Baqarah ayat 144.
Lebih-lebih lagi dapat pula melaksanakan sembahyang (shalat) Idul Adha bersama seorang Presiden dari Mesir, suatu hal yang tidak terbayang sebelumnya.
Niat Presiden Sadat dicetuskannya ketika pesawat kepresidenannya berada diangkasa Turki dalam perjalanan dari Romania menuju Iran pada tanggal 31 Oktober 1977 dalam perjalanan dinas terakhirnya ke negara-negara sahabat Mesir.
Presiden Sadat berfikir, alangkah baiknya kalau saya cetuskan niat untuk berangkat ke Israel (Palestina) demi untuk terwujudnya perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah.
“Saya bersedia pergi ke ujung dunia, demi untuk terciptanya perdamaian yang adil dan abadi, sekalipun harus pergi ke Israel”, demikian dikatakan Presiden Anwar Sadat. Rupanya niat Presiden Sadat itu segera dikabulkan Tuhan.
Haikal Sulaiman
Sebelumnya saya dengan beberapa rekan dari Mesir telah mengadakan peninjauan di sekitar Mesjid Al-Aqsa, yang kami cari memang adakah galian atau lobang yang dulu pernah digali oleh Isarel untuk menemukan Haikal Sulaiman Yang Agung. Tujuan utama adalah mengecek kebenaran kejadian tersebut.
Hampir satu jam kami sengaja mendaki bukit dan menuruni anak tangga untuk sampai dimana lobang itu berada. Di depan sebuah pintu gerbang Bab Maghariba (Pintu Barat) saya melihat beberapa tentara Israel mengawal disitu. Dengan segera kami menghampirinya dan terjadilah perkenalan. Keramahan tentara Israel membuat kami jadi betah. Setelah kami meminta diantarkan ketempat dimana dahulu pernah digali, tentara itu sadar bahwa kami adalah orang asing. Cepat-cepat ia menjawab, “kami tidak bisa mengantar kalian kesana, maaf itu daerah militer”, katanya menjelaskan.
Mendengar jawaban demikian kami bisa maklum, karena ada diantara kami wartawan Mesir yang selalu diawasi oleh orang-orang berpakaian preman (intel Israel) disamping kami. Tetapi ketika diminta bahwa kami ingin melihat bekas sejarah lama, minta ditunjukkan dimana Haikal Sulaiman Yang Agung itu berada, dengan senang hati salah seorang yang berpakaian premen mengantar kami ketempat dimaksud.
Tempat itu tidak berapa jauh dari Mesjid Al-Aqsa, dindingnya bertemu (menyambung) dengan Haikal Sulaiman. Kepada kami diperlihatkan dimana haikal itu berada, tetapi sang guide tidak mau menjelaskan lebih banyak. Kalau saya perhatikan apakah memang pernah digali dahulu, ternyata memang ada bekas timbunan tanah-tanah putih dan beberapa lobang disamping kiri Haikal dan berjarak kira-kira 100 meter dari Mesjid Al-Aqsa. Lobang/terowongan tersebut tampaknya sudah ditutup buat umum, sehingga tidak dapat dilihat dari luar. Terowongan itu menunjukkan adanya beberapa pintu masuk yang di tutup rapi dan saya menduga-duga mungkin itulah terowongan yang dimaksud, tetapi kepastiannya saya sulit untuk membuktikannya.
Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra
Tentang Mesjid Al-Aqsa sendiri, sekarang ini sedang dipugar, terutama dua hari sebelum (menjelang) kunjungan Presiden Anwar Sadat kesana. Mesjid ini pernah di landa gempa tahun 1927 dan terbakar (baca : dibakar) tahun 1969. Akibat kebakaran tahun 1969, masih jelas kelihatan dan belum sempurna diperbaiki seluruhnya. Mimbar yang dibangun oleh Abdul Malik bin Marwan tetap utuh, tetapi tidak dibolehkan masuk kesana dan untuk gantinya dibangun mimbar darurat 5 meter jaraknya dari mimbar lama.
Dibawah Kubbah Sakhra dimana dahulu Nabi Muhammad SAW mi’raj (diangkat) ke langit, terdapat sebuah gua. Gua Para Nabi, - Ghaar Al-Anbiya’ – namanya. Disinilah dahulu para Nabi bersembahyang dan beristirahat termasuk Nabi Muhammad SAW.
Kubbah Hijau yang dibangun oleh Abdul malik bin Marwan pada tahun 685 M dan selesai tahun 691 M, disempurnakan oleh Salahauddin Al-Ayyubi, Panglima Perang Salib dan menghiasinya dengan relif-relif Al-Qur’an.
Diatas gua, terdapat sebuah batu panjangnya 17, 7 meter dari Utara ke Selatan dan lebarnya 12,5 meter dari Barat ke Timur. Diatasnya ada kubbah (penutup/atap) yang dilapisi emas, luasnya 20,44 meter persegi, tingginya dari gua 105 kaki.
Mesjid Al-Aqsa sekarang ini tetap dikunjungi ummat Islam di Palestina dan setiap Jum’at mencapai 1000 sampai 2500 orang yang bersembahyang disana. Pada jam-jam tertentu para turis (wisatawan) dibolehkan masuk ke Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra dengan beralaskan kain penutup (sarung) sepatu dan harus membayar.
Rupanya Mesjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra mempunyai daya tarik yang kuat bagi turis dan Jerusalem dan “in-come” masuk ke kas negara Israel. Hasil dari turis saja mencapai 45% dari hasil “in-come” Israel keseluruhan.
Kepada ummat Islam di dunia pengurus Mesjid Al-Aqsa menyampaikan permohonannya untuk memberikan bantuan guna perbaikan Mesjid Al-Aqsa yang rusak akibat kebakaran tahun 1969. Meskipun ada bantuan Kementerian Agama Israel dan Urusan Wakaf Islam, tidak memadai.
Tentang Jerusalem sendiri, memang tampaknya sebuah kota yang damai. Disebut dengan Kota Shalom (Damai), kota Para Nabi (Madinatul Al-Anbiya’), The God’s City (Kota Tuhan), The Holy City atau Bait Al-Maqdis (Kota Suci), City of Peace (Kota Perdamaian) dan Beautiful City (Kota Cantik) adalah julukan yang diberikan kepada Jerusalem.
Jerusalem yang berpenduduk 500.000 orang itu, mayoritas adalah pemeluk Agama Yahudi (Jewis) 45%, Islam 30% dan Kristen 25%.
Kedamaian kota Jerusalem atau disebut oleh Jahudi dengan Ursalem sangat terasa ketika Presiden Sadat membawa missi perdamaian kesana.
Kita tinggalkan kota Jerusalem dengan berbagai kenangan tersendiri dizaman kekuasaan Isarel sekarang ini. Pembangunan gedung pencakar langit di Jerusalem Barat sayup-sayup kelihatan dibelakang kami, ketika bertolak ke bandara Ben Guruion. *
Cairo, 9 Desember 1977.
Label:
Serial Timur Tengah
Irak Kembali Tembaki Riyadh
Laporan Monitoring Perang Teluk melalui Radio Berbahasa Arab :
IRAK KEMBALI MENEMBAKI RIYADH
Bukittinggi. Jan (Haluan).
Radio Abu Dhabi (27/1) memberitakan bahwa tumpahan besar minyak mentah di Teluk Persia sejak Minggu (27/1) dinihari diberitakan telah terbakar, gumpalan asap raksasa yang ditimbulkannya tertiup angin angin memasuki kawasan Iran.
Sebuah tim ahli penanggulangan tumpahan minyak itu sedang dalam perjalanan dari Amerika menuju kawasan Teluk, untuk membantu bagaimana mengatasi kebakaran besar itu.
Jurubicara Pentagon menyatakan Irak sampai sekarang masih terus menumpahkan minyak keperairan Teluk Persia dan sebagian diantaranya telah dibakar. Sumber minyak itu tidak diketahui, namun minyak tersebut berasal dari sebuah terminal minyak di Kuwait dan kapal-kapal tanker yang berlabuh dipesisir Kuwait.
Irak menyatakan bahwa tumpahan minyak itu disebabkan karena serangan AU Amerika yang telah menembak 2 kapal tanker Irak diperairan Teluk Persia.
Menurut Pentagon tumpahan minyak besar dan gumpalan asap raksasa di kawasan Teluk Persia itu tidak mempunyai arti penting dilihat dari segi militer. Diakui bahwa tumpahan minyak tersebut dapat mempengaruhi gerak cepat kapal-kapal perang AL yang akan digunakan dalam serangan ampibi terhadap Kuwait. Curahan minyak itu mencapai kurang lebih 750 km persegi dan dapat menimbulkan bencana alam bagi Teluk Persia.
Sementara itu, perang Teluk sudah memasuki hari ke-10 yang masih berlangsung terus. Diberitakan dari sumber pasukan multinasional bahwa Amerika dengan pesawat F-15 telah menembak jatuh 3 buah pesawat tempur jet Irak di atas wilayah Irak. Sejak perang berkobar pasukan multinasional sudah merontokan 22 buah dan menghancurkan 23 buah pesawat lagi di darat. Sedangkan pihak koalisi telah kehilangan 19 buah pesawat perang, 10 diantaranya milik Amerika.
Radio Baghdad yang dapat dipantau di Dubai memberikan gambaran yang berbeda dengan menyatakan bahwa Irak telah menembak jatuh 171 pesawat sekutu sejak Irak diserang tanggal 17 Januari lalu.
Satuan marinir koalisi sudah menerobos sejauh 10 km dalam wilayah Kuwait dan telah menempati posisi-posisi penting memukul mundur pasukan Irak. Dalam pertempuran yang terhebat pihak sekutu telah memblokade perbekalan Irak di wilayah Kuwait. Kapal Selam yang mengambil posisi tidak jauh dari pesisir Kuwait telah melepaskan tembakan 10 rudal ke Irak dan Kuwait.
IRAK TEMBAKI RIYADH DAN TEL AVIV
Untuk membalas serang pasukan koalisi pimpinan Amerika itu, Irak hari Minggu dinihari telah mengirimkan kembali rudalnya ke Israel dan Arab Saudi, 7 rudal Scud ditembakan ke Israel, 3 ke Tel Aviv dan 1 ke Haifa, sedangkan sisanya dapat ditembak jatuh dengan "Patriot". Serangan rudal Scud ini menelan korban setidaknya 1 orang meninggal dan menciderai 66 orang lainnya. Salah satu rudal Irak mengoncangkan perumahan kelas menengah di Tel Aviv. Tembakan rudal Irak membuat penduduk Israel kalang kabut dan panik sehingga mereka mengungsi ke tempat yang diapandang lebih aman.
Pihak Israel yang sekarang mendapat gempuran Irak sama sekali belum melakukan pembalasan karena mematuhi permintaan Amerika untuk tidak melakukan serangan belasan terhadap Irak. "Kesabaran ada batasnya dan pada suatu ketika Irak akan menerima pembalasan hebat Israel", kata Menhan Israel
Sistem penyerangan rudal Irak ke Israel menurut Radio Baghdad dilakukan dengan cara berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan sekutu.
Radio Riyadh Minggu (21/1) dinihari memberitakan bahwa sirene peringatan serangan udara terus menurus dibunyikan di kota Riyadh, sementara rudal Irak menuju sasarannya di kota Riyadh dan jatuh disebuah gedung berlantai 6.
Menurut laporan saksi mata sebuah rudal Irak meluncur menuju kota Riyadh dan jatuh didekat gedung berlantai 6 sehingga membuat penghuninya panik dan kemudian disusul rudal lainnya yang kemudian meledak di tanah. Rudal Scud Irak itu gagal dikejar oleh penangkis rudal "Patriot". Serangan rudal Irak ke Riyadh untuk keempat kalinya telah menghancurkan beberapa gedung dan banyak bangunan. Serangan semalam merenggut 1 jiwa dan 30 orang lainnya luka-luka.
Menurut Radio Cairo (27/1) memberitakan bahwa satuan-satuan tempur Angkatan Darat sekarang sudah mulai melakukan terobosan ke wilayah Kuwait dengan lindungan satuan AU sekutu. Konvoi besar sekutu bertujuan mematahkan pertahanan 500.000 tentara Irak yang didukung 4000 tank di Kuwait. Irak sengaja membakar tanker minyak guna menyulitkan serangan udara dan darat sekutu.
Konvoi pasukan multinasional dibawah pimpinan Amerika ini diperlengkapi dengan berbagai senjata mutakhir antara lain tank M1 A1 dan kendaraan tempur Breadley ikut serta dalam konvoi ribuan tentara sekutu. Satuan kekuatan ini diperkirakan akan mampu menyapu dan mengusir pasukan Irak di Kuwait dalam jangka waktu 1 bulan. Wajah cerah pasukan ini menandakan optimisme pasukan multinasional untuk memenangkan perang dengan secepatnya, namun mereka diperkirakan kalah gesit dan pengalaman menghadapi tentara Irak yang sudah banyak merasakan "asam garam" perang di padang pasir. Pasukan komando "Badai Padang Pasir" yang diduga bakal membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak ini terhalang dengan turunnya hujan lebat dan kemudian melaju kembali setelah cuaca mulai membaik.
BERTAHAN SAMPAI TETES DARAH TERAKHIR
Menurut siaran Radio Baghdad, Presiden Saddam Hussein (26/1) telah mengadakan kunjungan mendadak ke Kuwait untuk memompa semangat juang pasukannya untuk tetap terus bertahan sampai "tetesan darah terakhir". Radio Baghdad terus menerus memutarkan lagu-lagu perjuangan dan kemenangan akan tetap berada di pihak Irak, karena pasukan sekutu harus menghadapi tentara Irak 2 berbanding 1, dengan artikata pasukan sekutu yang akan menyerbu Kuwait setidaknya 1 juta tentara. Irak bertekad akan mempertahankan Kuwait sebagai "tanah air" Irak dan dikatakannya bahwa Irak akan segera melakukan gerak cepat untuk menyerang balik dan akan menembak mati setiap tentara Amerika dan sekutunya yang berada di Arab Saudi.
Komandan devisis pasukan darat multinasional menyatakan bahwa pasukan darat sekutu sudah berada dalam jarak tembak altileri dengan pasukan Irak dan sudah mulai melakukan pengintaian dan mendeteksi kekuatan pasukan Irak di Kuwait. Hingga hari ke-10 perang Teluk lebih dari 17.000 missi serangan sekutu ke Irak dan Kuwait.
Dari Dubai pasukan AU multinasional sudah melancarkan serangan udara yang melindungi pasukan darat yang sudah mulai memasuki wilayah Kuwait dan melumpuhkan pasukan Irak.
Dilain pihak, warga negara Kuwait yang berada diluar negeri merasa gembira dengan serangan sekutu dan mengatakan "Inilah awal dari kemerdekaan Kuwait".
KB Irak, INA meliput pernyataan pemerintah Irak untuk tidak menayangkan lagi tawanan perang angkatan udara multinasional melalui televisi sebelum prosesnya selesai. Pernyataan itu dikeluarkan setelah sehari sebelumnya (Kamis) 3 tentara sekutu ditayangkan televisi Irak.
Pihak pasukan multinasional memprotes keras perlakuan Irak terhadap tawanan perang yang tidak boleh dipublikasikan secara terbuka dan bertentangan dengan konvesi Jenewa mengenai perlindungan terhadap tawanan perang. Amerika dan sekutunya menyerukan Irak untuk menghentikan penayangan tawanan perang yang tidak sessuai dengan kode etik tawanan perang yang disepakati bersama dalam perjanjian Jenewa (Zulharbi Salim)
IRAK KEMBALI MENEMBAKI RIYADH
Bukittinggi. Jan (Haluan).
Radio Abu Dhabi (27/1) memberitakan bahwa tumpahan besar minyak mentah di Teluk Persia sejak Minggu (27/1) dinihari diberitakan telah terbakar, gumpalan asap raksasa yang ditimbulkannya tertiup angin angin memasuki kawasan Iran.
Sebuah tim ahli penanggulangan tumpahan minyak itu sedang dalam perjalanan dari Amerika menuju kawasan Teluk, untuk membantu bagaimana mengatasi kebakaran besar itu.
Jurubicara Pentagon menyatakan Irak sampai sekarang masih terus menumpahkan minyak keperairan Teluk Persia dan sebagian diantaranya telah dibakar. Sumber minyak itu tidak diketahui, namun minyak tersebut berasal dari sebuah terminal minyak di Kuwait dan kapal-kapal tanker yang berlabuh dipesisir Kuwait.
Irak menyatakan bahwa tumpahan minyak itu disebabkan karena serangan AU Amerika yang telah menembak 2 kapal tanker Irak diperairan Teluk Persia.
Menurut Pentagon tumpahan minyak besar dan gumpalan asap raksasa di kawasan Teluk Persia itu tidak mempunyai arti penting dilihat dari segi militer. Diakui bahwa tumpahan minyak tersebut dapat mempengaruhi gerak cepat kapal-kapal perang AL yang akan digunakan dalam serangan ampibi terhadap Kuwait. Curahan minyak itu mencapai kurang lebih 750 km persegi dan dapat menimbulkan bencana alam bagi Teluk Persia.
Sementara itu, perang Teluk sudah memasuki hari ke-10 yang masih berlangsung terus. Diberitakan dari sumber pasukan multinasional bahwa Amerika dengan pesawat F-15 telah menembak jatuh 3 buah pesawat tempur jet Irak di atas wilayah Irak. Sejak perang berkobar pasukan multinasional sudah merontokan 22 buah dan menghancurkan 23 buah pesawat lagi di darat. Sedangkan pihak koalisi telah kehilangan 19 buah pesawat perang, 10 diantaranya milik Amerika.
Radio Baghdad yang dapat dipantau di Dubai memberikan gambaran yang berbeda dengan menyatakan bahwa Irak telah menembak jatuh 171 pesawat sekutu sejak Irak diserang tanggal 17 Januari lalu.
Satuan marinir koalisi sudah menerobos sejauh 10 km dalam wilayah Kuwait dan telah menempati posisi-posisi penting memukul mundur pasukan Irak. Dalam pertempuran yang terhebat pihak sekutu telah memblokade perbekalan Irak di wilayah Kuwait. Kapal Selam yang mengambil posisi tidak jauh dari pesisir Kuwait telah melepaskan tembakan 10 rudal ke Irak dan Kuwait.
IRAK TEMBAKI RIYADH DAN TEL AVIV
Untuk membalas serang pasukan koalisi pimpinan Amerika itu, Irak hari Minggu dinihari telah mengirimkan kembali rudalnya ke Israel dan Arab Saudi, 7 rudal Scud ditembakan ke Israel, 3 ke Tel Aviv dan 1 ke Haifa, sedangkan sisanya dapat ditembak jatuh dengan "Patriot". Serangan rudal Scud ini menelan korban setidaknya 1 orang meninggal dan menciderai 66 orang lainnya. Salah satu rudal Irak mengoncangkan perumahan kelas menengah di Tel Aviv. Tembakan rudal Irak membuat penduduk Israel kalang kabut dan panik sehingga mereka mengungsi ke tempat yang diapandang lebih aman.
Pihak Israel yang sekarang mendapat gempuran Irak sama sekali belum melakukan pembalasan karena mematuhi permintaan Amerika untuk tidak melakukan serangan belasan terhadap Irak. "Kesabaran ada batasnya dan pada suatu ketika Irak akan menerima pembalasan hebat Israel", kata Menhan Israel
Sistem penyerangan rudal Irak ke Israel menurut Radio Baghdad dilakukan dengan cara berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan sekutu.
Radio Riyadh Minggu (21/1) dinihari memberitakan bahwa sirene peringatan serangan udara terus menurus dibunyikan di kota Riyadh, sementara rudal Irak menuju sasarannya di kota Riyadh dan jatuh disebuah gedung berlantai 6.
Menurut laporan saksi mata sebuah rudal Irak meluncur menuju kota Riyadh dan jatuh didekat gedung berlantai 6 sehingga membuat penghuninya panik dan kemudian disusul rudal lainnya yang kemudian meledak di tanah. Rudal Scud Irak itu gagal dikejar oleh penangkis rudal "Patriot". Serangan rudal Irak ke Riyadh untuk keempat kalinya telah menghancurkan beberapa gedung dan banyak bangunan. Serangan semalam merenggut 1 jiwa dan 30 orang lainnya luka-luka.
Menurut Radio Cairo (27/1) memberitakan bahwa satuan-satuan tempur Angkatan Darat sekarang sudah mulai melakukan terobosan ke wilayah Kuwait dengan lindungan satuan AU sekutu. Konvoi besar sekutu bertujuan mematahkan pertahanan 500.000 tentara Irak yang didukung 4000 tank di Kuwait. Irak sengaja membakar tanker minyak guna menyulitkan serangan udara dan darat sekutu.
Konvoi pasukan multinasional dibawah pimpinan Amerika ini diperlengkapi dengan berbagai senjata mutakhir antara lain tank M1 A1 dan kendaraan tempur Breadley ikut serta dalam konvoi ribuan tentara sekutu. Satuan kekuatan ini diperkirakan akan mampu menyapu dan mengusir pasukan Irak di Kuwait dalam jangka waktu 1 bulan. Wajah cerah pasukan ini menandakan optimisme pasukan multinasional untuk memenangkan perang dengan secepatnya, namun mereka diperkirakan kalah gesit dan pengalaman menghadapi tentara Irak yang sudah banyak merasakan "asam garam" perang di padang pasir. Pasukan komando "Badai Padang Pasir" yang diduga bakal membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak ini terhalang dengan turunnya hujan lebat dan kemudian melaju kembali setelah cuaca mulai membaik.
BERTAHAN SAMPAI TETES DARAH TERAKHIR
Menurut siaran Radio Baghdad, Presiden Saddam Hussein (26/1) telah mengadakan kunjungan mendadak ke Kuwait untuk memompa semangat juang pasukannya untuk tetap terus bertahan sampai "tetesan darah terakhir". Radio Baghdad terus menerus memutarkan lagu-lagu perjuangan dan kemenangan akan tetap berada di pihak Irak, karena pasukan sekutu harus menghadapi tentara Irak 2 berbanding 1, dengan artikata pasukan sekutu yang akan menyerbu Kuwait setidaknya 1 juta tentara. Irak bertekad akan mempertahankan Kuwait sebagai "tanah air" Irak dan dikatakannya bahwa Irak akan segera melakukan gerak cepat untuk menyerang balik dan akan menembak mati setiap tentara Amerika dan sekutunya yang berada di Arab Saudi.
Komandan devisis pasukan darat multinasional menyatakan bahwa pasukan darat sekutu sudah berada dalam jarak tembak altileri dengan pasukan Irak dan sudah mulai melakukan pengintaian dan mendeteksi kekuatan pasukan Irak di Kuwait. Hingga hari ke-10 perang Teluk lebih dari 17.000 missi serangan sekutu ke Irak dan Kuwait.
Dari Dubai pasukan AU multinasional sudah melancarkan serangan udara yang melindungi pasukan darat yang sudah mulai memasuki wilayah Kuwait dan melumpuhkan pasukan Irak.
Dilain pihak, warga negara Kuwait yang berada diluar negeri merasa gembira dengan serangan sekutu dan mengatakan "Inilah awal dari kemerdekaan Kuwait".
KB Irak, INA meliput pernyataan pemerintah Irak untuk tidak menayangkan lagi tawanan perang angkatan udara multinasional melalui televisi sebelum prosesnya selesai. Pernyataan itu dikeluarkan setelah sehari sebelumnya (Kamis) 3 tentara sekutu ditayangkan televisi Irak.
Pihak pasukan multinasional memprotes keras perlakuan Irak terhadap tawanan perang yang tidak boleh dipublikasikan secara terbuka dan bertentangan dengan konvesi Jenewa mengenai perlindungan terhadap tawanan perang. Amerika dan sekutunya menyerukan Irak untuk menghentikan penayangan tawanan perang yang tidak sessuai dengan kode etik tawanan perang yang disepakati bersama dalam perjanjian Jenewa (Zulharbi Salim)
Irak Kembali Tembaki Riyadh
Laporan Monitoring Perang Teluk melalui Radio Berbahasa Arab :
IRAK KEMBALI MENEMBAKI RIYADH
Bukittinggi. Jan (Haluan).
Radio Abu Dhabi (27/1) memberitakan bahwa tumpahan besar minyak mentah di Teluk Persia sejak Minggu (27/1) dinihari diberitakan telah terbakar, gumpalan asap raksasa yang ditimbulkannya tertiup angin angin memasuki kawasan Iran.
Sebuah tim ahli penanggulangan tumpahan minyak itu sedang dalam perjalanan dari Amerika menuju kawasan Teluk, untuk membantu bagaimana mengatasi kebakaran besar itu.
Jurubicara Pentagon menyatakan Irak sampai sekarang masih terus menumpahkan minyak keperairan Teluk Persia dan sebagian diantaranya telah dibakar. Sumber minyak itu tidak diketahui, namun minyak tersebut berasal dari sebuah terminal minyak di Kuwait dan kapal-kapal tanker yang berlabuh dipesisir Kuwait.
Irak menyatakan bahwa tumpahan minyak itu disebabkan karena serangan AU Amerika yang telah menembak 2 kapal tanker Irak diperairan Teluk Persia.
Menurut Pentagon tumpahan minyak besar dan gumpalan asap raksasa di kawasan Teluk Persia itu tidak mempunyai arti penting dilihat dari segi militer. Diakui bahwa tumpahan minyak tersebut dapat mempengaruhi gerak cepat kapal-kapal perang AL yang akan digunakan dalam serangan ampibi terhadap Kuwait. Curahan minyak itu mencapai kurang lebih 750 km persegi dan dapat menimbulkan bencana alam bagi Teluk Persia.
Sementara itu, perang Teluk sudah memasuki hari ke-10 yang masih berlangsung terus. Diberitakan dari sumber pasukan multinasional bahwa Amerika dengan pesawat F-15 telah menembak jatuh 3 buah pesawat tempur jet Irak di atas wilayah Irak. Sejak perang berkobar pasukan multinasional sudah merontokan 22 buah dan menghancurkan 23 buah pesawat lagi di darat. Sedangkan pihak koalisi telah kehilangan 19 buah pesawat perang, 10 diantaranya milik Amerika.
Radio Baghdad yang dapat dipantau di Dubai memberikan gambaran yang berbeda dengan menyatakan bahwa Irak telah menembak jatuh 171 pesawat sekutu sejak Irak diserang tanggal 17 Januari lalu.
Satuan marinir koalisi sudah menerobos sejauh 10 km dalam wilayah Kuwait dan telah menempati posisi-posisi penting memukul mundur pasukan Irak. Dalam pertempuran yang terhebat pihak sekutu telah memblokade perbekalan Irak di wilayah Kuwait. Kapal Selam yang mengambil posisi tidak jauh dari pesisir Kuwait telah melepaskan tembakan 10 rudal ke Irak dan Kuwait.
IRAK TEMBAKI RIYADH DAN TEL AVIV
Untuk membalas serang pasukan koalisi pimpinan Amerika itu, Irak hari Minggu dinihari telah mengirimkan kembali rudalnya ke Israel dan Arab Saudi, 7 rudal Scud ditembakan ke Israel, 3 ke Tel Aviv dan 1 ke Haifa, sedangkan sisanya dapat ditembak jatuh dengan "Patriot". Serangan rudal Scud ini menelan korban setidaknya 1 orang meninggal dan menciderai 66 orang lainnya. Salah satu rudal Irak mengoncangkan perumahan kelas menengah di Tel Aviv. Tembakan rudal Irak membuat penduduk Israel kalang kabut dan panik sehingga mereka mengungsi ke tempat yang diapandang lebih aman.
Pihak Israel yang sekarang mendapat gempuran Irak sama sekali belum melakukan pembalasan karena mematuhi permintaan Amerika untuk tidak melakukan serangan belasan terhadap Irak. "Kesabaran ada batasnya dan pada suatu ketika Irak akan menerima pembalasan hebat Israel", kata Menhan Israel
Sistem penyerangan rudal Irak ke Israel menurut Radio Baghdad dilakukan dengan cara berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan sekutu.
Radio Riyadh Minggu (21/1) dinihari memberitakan bahwa sirene peringatan serangan udara terus menurus dibunyikan di kota Riyadh, sementara rudal Irak menuju sasarannya di kota Riyadh dan jatuh disebuah gedung berlantai 6.
Menurut laporan saksi mata sebuah rudal Irak meluncur menuju kota Riyadh dan jatuh didekat gedung berlantai 6 sehingga membuat penghuninya panik dan kemudian disusul rudal lainnya yang kemudian meledak di tanah. Rudal Scud Irak itu gagal dikejar oleh penangkis rudal "Patriot". Serangan rudal Irak ke Riyadh untuk keempat kalinya telah menghancurkan beberapa gedung dan banyak bangunan. Serangan semalam merenggut 1 jiwa dan 30 orang lainnya luka-luka.
Menurut Radio Cairo (27/1) memberitakan bahwa satuan-satuan tempur Angkatan Darat sekarang sudah mulai melakukan terobosan ke wilayah Kuwait dengan lindungan satuan AU sekutu. Konvoi besar sekutu bertujuan mematahkan pertahanan 500.000 tentara Irak yang didukung 4000 tank di Kuwait. Irak sengaja membakar tanker minyak guna menyulitkan serangan udara dan darat sekutu.
Konvoi pasukan multinasional dibawah pimpinan Amerika ini diperlengkapi dengan berbagai senjata mutakhir antara lain tank M1 A1 dan kendaraan tempur Breadley ikut serta dalam konvoi ribuan tentara sekutu. Satuan kekuatan ini diperkirakan akan mampu menyapu dan mengusir pasukan Irak di Kuwait dalam jangka waktu 1 bulan. Wajah cerah pasukan ini menandakan optimisme pasukan multinasional untuk memenangkan perang dengan secepatnya, namun mereka diperkirakan kalah gesit dan pengalaman menghadapi tentara Irak yang sudah banyak merasakan "asam garam" perang di padang pasir. Pasukan komando "Badai Padang Pasir" yang diduga bakal membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak ini terhalang dengan turunnya hujan lebat dan kemudian melaju kembali setelah cuaca mulai membaik.
BERTAHAN SAMPAI TETES DARAH TERAKHIR
Menurut siaran Radio Baghdad, Presiden Saddam Hussein (26/1) telah mengadakan kunjungan mendadak ke Kuwait untuk memompa semangat juang pasukannya untuk tetap terus bertahan sampai "tetesan darah terakhir". Radio Baghdad terus menerus memutarkan lagu-lagu perjuangan dan kemenangan akan tetap berada di pihak Irak, karena pasukan sekutu harus menghadapi tentara Irak 2 berbanding 1, dengan artikata pasukan sekutu yang akan menyerbu Kuwait setidaknya 1 juta tentara. Irak bertekad akan mempertahankan Kuwait sebagai "tanah air" Irak dan dikatakannya bahwa Irak akan segera melakukan gerak cepat untuk menyerang balik dan akan menembak mati setiap tentara Amerika dan sekutunya yang berada di Arab Saudi.
Komandan devisis pasukan darat multinasional menyatakan bahwa pasukan darat sekutu sudah berada dalam jarak tembak altileri dengan pasukan Irak dan sudah mulai melakukan pengintaian dan mendeteksi kekuatan pasukan Irak di Kuwait. Hingga hari ke-10 perang Teluk lebih dari 17.000 missi serangan sekutu ke Irak dan Kuwait.
Dari Dubai pasukan AU multinasional sudah melancarkan serangan udara yang melindungi pasukan darat yang sudah mulai memasuki wilayah Kuwait dan melumpuhkan pasukan Irak.
Dilain pihak, warga negara Kuwait yang berada diluar negeri merasa gembira dengan serangan sekutu dan mengatakan "Inilah awal dari kemerdekaan Kuwait".
KB Irak, INA meliput pernyataan pemerintah Irak untuk tidak menayangkan lagi tawanan perang angkatan udara multinasional melalui televisi sebelum prosesnya selesai. Pernyataan itu dikeluarkan setelah sehari sebelumnya (Kamis) 3 tentara sekutu ditayangkan televisi Irak.
Pihak pasukan multinasional memprotes keras perlakuan Irak terhadap tawanan perang yang tidak boleh dipublikasikan secara terbuka dan bertentangan dengan konvesi Jenewa mengenai perlindungan terhadap tawanan perang. Amerika dan sekutunya menyerukan Irak untuk menghentikan penayangan tawanan perang yang tidak sessuai dengan kode etik tawanan perang yang disepakati bersama dalam perjanjian Jenewa (Zulharbi Salim)
IRAK KEMBALI MENEMBAKI RIYADH
Bukittinggi. Jan (Haluan).
Radio Abu Dhabi (27/1) memberitakan bahwa tumpahan besar minyak mentah di Teluk Persia sejak Minggu (27/1) dinihari diberitakan telah terbakar, gumpalan asap raksasa yang ditimbulkannya tertiup angin angin memasuki kawasan Iran.
Sebuah tim ahli penanggulangan tumpahan minyak itu sedang dalam perjalanan dari Amerika menuju kawasan Teluk, untuk membantu bagaimana mengatasi kebakaran besar itu.
Jurubicara Pentagon menyatakan Irak sampai sekarang masih terus menumpahkan minyak keperairan Teluk Persia dan sebagian diantaranya telah dibakar. Sumber minyak itu tidak diketahui, namun minyak tersebut berasal dari sebuah terminal minyak di Kuwait dan kapal-kapal tanker yang berlabuh dipesisir Kuwait.
Irak menyatakan bahwa tumpahan minyak itu disebabkan karena serangan AU Amerika yang telah menembak 2 kapal tanker Irak diperairan Teluk Persia.
Menurut Pentagon tumpahan minyak besar dan gumpalan asap raksasa di kawasan Teluk Persia itu tidak mempunyai arti penting dilihat dari segi militer. Diakui bahwa tumpahan minyak tersebut dapat mempengaruhi gerak cepat kapal-kapal perang AL yang akan digunakan dalam serangan ampibi terhadap Kuwait. Curahan minyak itu mencapai kurang lebih 750 km persegi dan dapat menimbulkan bencana alam bagi Teluk Persia.
Sementara itu, perang Teluk sudah memasuki hari ke-10 yang masih berlangsung terus. Diberitakan dari sumber pasukan multinasional bahwa Amerika dengan pesawat F-15 telah menembak jatuh 3 buah pesawat tempur jet Irak di atas wilayah Irak. Sejak perang berkobar pasukan multinasional sudah merontokan 22 buah dan menghancurkan 23 buah pesawat lagi di darat. Sedangkan pihak koalisi telah kehilangan 19 buah pesawat perang, 10 diantaranya milik Amerika.
Radio Baghdad yang dapat dipantau di Dubai memberikan gambaran yang berbeda dengan menyatakan bahwa Irak telah menembak jatuh 171 pesawat sekutu sejak Irak diserang tanggal 17 Januari lalu.
Satuan marinir koalisi sudah menerobos sejauh 10 km dalam wilayah Kuwait dan telah menempati posisi-posisi penting memukul mundur pasukan Irak. Dalam pertempuran yang terhebat pihak sekutu telah memblokade perbekalan Irak di wilayah Kuwait. Kapal Selam yang mengambil posisi tidak jauh dari pesisir Kuwait telah melepaskan tembakan 10 rudal ke Irak dan Kuwait.
IRAK TEMBAKI RIYADH DAN TEL AVIV
Untuk membalas serang pasukan koalisi pimpinan Amerika itu, Irak hari Minggu dinihari telah mengirimkan kembali rudalnya ke Israel dan Arab Saudi, 7 rudal Scud ditembakan ke Israel, 3 ke Tel Aviv dan 1 ke Haifa, sedangkan sisanya dapat ditembak jatuh dengan "Patriot". Serangan rudal Scud ini menelan korban setidaknya 1 orang meninggal dan menciderai 66 orang lainnya. Salah satu rudal Irak mengoncangkan perumahan kelas menengah di Tel Aviv. Tembakan rudal Irak membuat penduduk Israel kalang kabut dan panik sehingga mereka mengungsi ke tempat yang diapandang lebih aman.
Pihak Israel yang sekarang mendapat gempuran Irak sama sekali belum melakukan pembalasan karena mematuhi permintaan Amerika untuk tidak melakukan serangan belasan terhadap Irak. "Kesabaran ada batasnya dan pada suatu ketika Irak akan menerima pembalasan hebat Israel", kata Menhan Israel
Sistem penyerangan rudal Irak ke Israel menurut Radio Baghdad dilakukan dengan cara berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan sekutu.
Radio Riyadh Minggu (21/1) dinihari memberitakan bahwa sirene peringatan serangan udara terus menurus dibunyikan di kota Riyadh, sementara rudal Irak menuju sasarannya di kota Riyadh dan jatuh disebuah gedung berlantai 6.
Menurut laporan saksi mata sebuah rudal Irak meluncur menuju kota Riyadh dan jatuh didekat gedung berlantai 6 sehingga membuat penghuninya panik dan kemudian disusul rudal lainnya yang kemudian meledak di tanah. Rudal Scud Irak itu gagal dikejar oleh penangkis rudal "Patriot". Serangan rudal Irak ke Riyadh untuk keempat kalinya telah menghancurkan beberapa gedung dan banyak bangunan. Serangan semalam merenggut 1 jiwa dan 30 orang lainnya luka-luka.
Menurut Radio Cairo (27/1) memberitakan bahwa satuan-satuan tempur Angkatan Darat sekarang sudah mulai melakukan terobosan ke wilayah Kuwait dengan lindungan satuan AU sekutu. Konvoi besar sekutu bertujuan mematahkan pertahanan 500.000 tentara Irak yang didukung 4000 tank di Kuwait. Irak sengaja membakar tanker minyak guna menyulitkan serangan udara dan darat sekutu.
Konvoi pasukan multinasional dibawah pimpinan Amerika ini diperlengkapi dengan berbagai senjata mutakhir antara lain tank M1 A1 dan kendaraan tempur Breadley ikut serta dalam konvoi ribuan tentara sekutu. Satuan kekuatan ini diperkirakan akan mampu menyapu dan mengusir pasukan Irak di Kuwait dalam jangka waktu 1 bulan. Wajah cerah pasukan ini menandakan optimisme pasukan multinasional untuk memenangkan perang dengan secepatnya, namun mereka diperkirakan kalah gesit dan pengalaman menghadapi tentara Irak yang sudah banyak merasakan "asam garam" perang di padang pasir. Pasukan komando "Badai Padang Pasir" yang diduga bakal membebaskan Kuwait dari pendudukan Irak ini terhalang dengan turunnya hujan lebat dan kemudian melaju kembali setelah cuaca mulai membaik.
BERTAHAN SAMPAI TETES DARAH TERAKHIR
Menurut siaran Radio Baghdad, Presiden Saddam Hussein (26/1) telah mengadakan kunjungan mendadak ke Kuwait untuk memompa semangat juang pasukannya untuk tetap terus bertahan sampai "tetesan darah terakhir". Radio Baghdad terus menerus memutarkan lagu-lagu perjuangan dan kemenangan akan tetap berada di pihak Irak, karena pasukan sekutu harus menghadapi tentara Irak 2 berbanding 1, dengan artikata pasukan sekutu yang akan menyerbu Kuwait setidaknya 1 juta tentara. Irak bertekad akan mempertahankan Kuwait sebagai "tanah air" Irak dan dikatakannya bahwa Irak akan segera melakukan gerak cepat untuk menyerang balik dan akan menembak mati setiap tentara Amerika dan sekutunya yang berada di Arab Saudi.
Komandan devisis pasukan darat multinasional menyatakan bahwa pasukan darat sekutu sudah berada dalam jarak tembak altileri dengan pasukan Irak dan sudah mulai melakukan pengintaian dan mendeteksi kekuatan pasukan Irak di Kuwait. Hingga hari ke-10 perang Teluk lebih dari 17.000 missi serangan sekutu ke Irak dan Kuwait.
Dari Dubai pasukan AU multinasional sudah melancarkan serangan udara yang melindungi pasukan darat yang sudah mulai memasuki wilayah Kuwait dan melumpuhkan pasukan Irak.
Dilain pihak, warga negara Kuwait yang berada diluar negeri merasa gembira dengan serangan sekutu dan mengatakan "Inilah awal dari kemerdekaan Kuwait".
KB Irak, INA meliput pernyataan pemerintah Irak untuk tidak menayangkan lagi tawanan perang angkatan udara multinasional melalui televisi sebelum prosesnya selesai. Pernyataan itu dikeluarkan setelah sehari sebelumnya (Kamis) 3 tentara sekutu ditayangkan televisi Irak.
Pihak pasukan multinasional memprotes keras perlakuan Irak terhadap tawanan perang yang tidak boleh dipublikasikan secara terbuka dan bertentangan dengan konvesi Jenewa mengenai perlindungan terhadap tawanan perang. Amerika dan sekutunya menyerukan Irak untuk menghentikan penayangan tawanan perang yang tidak sessuai dengan kode etik tawanan perang yang disepakati bersama dalam perjanjian Jenewa (Zulharbi Salim)
Langganan:
Postingan (Atom)



